HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INDIVIDU DAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN STRES KERJA

YOHAN RATIH FADHILA ENISA, 100911019 (2013) HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INDIVIDU DAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN STRES KERJA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (175kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (675kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Stres kerja merupakan kondisi dimana terdapat beberapa faktor yang berinteraksi dengan pekerja sehingga menimbulkan respon fisiologis & psikologis. Diperlukan suatu pengukuran yang mendalam untuk mengidentifikasi stres kerja agar dapat mengurangi risiko terjadinya hal yang berkaitan dengan kecelakaan kerja, menurunnya produktivitas kerja, dan ketidaknyamanan di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor individu dan beban kerja fisik dengan stres kerja pada tenaga kerja di Bagian Produksi PT. X Surabaya. Hasil penelitian ini dapat berguna untuk mengendalikan serta memperbaiki aspek keselamatan dan kesehatan kerja di masa datang. Penelitian ini bersifat observasional dengan cara pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 33 orang diambil secara simple random sampling di semua divisi pada bagian Produksi PT. X Surabaya. Hubungan antar variabel dependen dan independen dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman dan Contingency Coefficient (α < 0,05). Dari 5 variabel independen yaitu umur, masa kerja, tingkat pendidikan, tipe kepribadian dan beban kerja fisik yang memiliki hubungan yang signifikan dengan stres kerja yaitu umur (sig = 0,012), masa kerja (sig = 0,049), tingkat pendidikan (sig = 0,025), dan beban kerja fisik (sig = 0,047). Sedangkan tipe kepribadian tidak mempunyai hubungan dengan stres kerja (sig = 1,090). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa semakin tua umur, semakin lama masa kerja, semakin tinggi tingkat pendidikan dan semakin berat beban kerja fisik maka semakin cenderung mengalami stres kerja. Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut antara lain dengan mengadakan sharing rutin untuk mengurangi kurang baiknya hubungan antar rekan kerja, menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dengan kerekayasaan teknis, mengadakan safety talk secara rutin, mengadakan rotasi pekerjaan atau pengembangan karier dengan kriteria tertentu dan mengukur beban kerja fisik dengan alat ukur yang lebih baik agar dapat ditentukan lama istirahat ideal untuk setiap pekerjaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 130/13 Eni h
Uncontrolled Keywords: job stress
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
YOHAN RATIH FADHILA ENISA, 100911019UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTjipto Suwandi,, Prof. Dr. dr., M.OH.,UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 19 Nov 2013 12:00
Last Modified: 22 Aug 2016 06:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23171
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item