EVALUASI SURVEILANS RESISTENSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS (DRUG RESISTANCE SURVEILLANCE) DI DINAS KESEHATAN KOTA SURABAYA SURABAYA TAHUN 2012

DIPTYA RESPATI ADYARINI, 100911115 (2013) EVALUASI SURVEILANS RESISTENSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS (DRUG RESISTANCE SURVEILLANCE) DI DINAS KESEHATAN KOTA SURABAYA SURABAYA TAHUN 2012. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (421kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Saat ini permasalahan penyakit TB semakin menjadi kompleks dengan adanya kasus TB yang resisten akan obat anti tuberkulosis. Kasus TB yang resisten akan obat anti tuberkulosis menimbulkan suatu fenomena yang disebut MDR-TB (Multidrug Resistance Tuberculosis). Dan untuk mengatasi fenomena MDR-TB tersebut salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan surveilans. Dari kegiatan surveilans resistensi OAT yang dilakukan di Dinas Kesehatan Kota Surabaya perlu dilakukan suatu kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan resources yang ada di bidang kesehatan secara maksimal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif serta didukung dengan data kualitatif yang digunakan sebagai penunjang pembahasan dari hasil penelitian. Sedangkan jenis penelitiannya merupakan penelitian evaluasi. Penelitian ini melakukan evaluasi terhadap sistem surveilans resistensi OAT di Dinas Kesehatan Kota Surabaya berdasarkan atribut surveilans. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kegiatan surveilans resistensi di Dinas Kesehatan Kota Surabaya meliputi pengambilan sampel dahak pasien TB BTA positif di puskesmas dan pengiriman sampel dahak pasien TB oleh petugas dinas kesehatan kota ke BBLK Surabaya untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan resistensi OAT. Selain itu petugas dinas kesehatan kota dan puskesmas harus mengisi form DRS untuk diserahkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Dari evaluasi berdasarkan sembilan atribut surveilans menunjukkan tidak semua atribut terpenuhi dan dapat dilihat. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah sistem surveilans resistensi OAT di Dinas Kesehatan Kota Surabaya memiliki sistem yang sederhana, akseptabilitas yang tinggi, ketepatan waktu yang tinggi, serta kualitas data yang tinggi. Sedangkan hambatan yang ditemukan adalah sistem surveilans tersebut memiliki stabilitas data yang rendah karena form surveilans resistensi OAT yang ada di Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Puskesmas Kedurus kurang tertata dengan baik dan rapi sehingga agak sulit untuk mencari data yang dibutuhkan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 139/13 Ady e
Uncontrolled Keywords: drug resistance surveillance
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF207-209 Psychotropic Drugs
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
DIPTYA RESPATI ADYARINI, 100911115UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorArief Hargono, , drg., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 19 Nov 2013 12:00
Last Modified: 23 Aug 2016 07:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23180
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item