PERANAN GURU DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TUNARUNGU (Studi SMPLB-B Karya Mulia Surabaya)

RISYE ANGGUN PERMATA, 100911003 (2013) PERANAN GURU DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TUNARUNGU (Studi SMPLB-B Karya Mulia Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (228kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Keterbatasan pendengaran pada remaja tunarungu menghambat akses informasi yang diterima secara tepat. Diperlukan pihak lain dalam membantu memberikan pemahaman materi kesehatan reproduksi sesuai dengan konsep pembelajaran bagi tunarungu. Pada kondisi demikian, peranan guru sangat diperlukan karena siswa remaja tunarungu banyak menghabiskan waktu disekolah. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran peranan guru terhadap pendidikan kesehatan reproduksi remaja tunarungu di SMPLB-B Karya Mulia Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif dan bersifat cross sectional. Subyek penelitian adalah guru sebagai informan utama dan siswa sebagai responden di SMPLB-B Karya Mulia Surabaya. Variabel yang diteliti adalah karakteristik individu guru (umur, jenis kelamin, pendidikan terakhir, lama mengajar, mata pelajaran yang diajarkan), materi kesehatan reproduksi, pelaksanaan mengajar dan metode, pengetahuan kesehatan reproduksi siswa serta peranan guru terhadap pendidikan kesehatan reproduksi. Hasil penelitian umur guru antara 42 sampai 48 tahun dengan jenis kelamin informan utama yaitu laki – laki, semua berpendidikan terakhir S1 PLB dan telah mengajar selama lebih dari 10 tahun, diantaranya mengajar mata pelajaran IPA dan Pendidikan Jasmani. Materi kesehatan reproduksi bagian dari mata pelajaran IPA dan Pendidikan Jasmani serta pada kegiatan Pramuka. Materi yang disampaikan, organ reproduksi, tumbuh kembang remaja, PMS, HIV/AIDS, pola hidup sehat dan Narkoba. Dalam pelaksanaan mengajar proses keseluruhan sama dengan sekolah umum tetapi ada penggunaan bahasa isyarat. Guru menggunakan metode ceramah dan metode personal kepada siswa. Tingkat pengetahuan siswa remaja tunarungu dalam kategori cukup sehingga dapat diidentifikasi bahwa peranan guru terhadap pendidikan kesehatan reproduksi sudah cukup memadai. Guru memberikan penjelasan mengenai kesehatan reproduksi dari segi pengetahuan dan segi moral. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah perlunya peranan guru dalam memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja tunarungu agar siswa remaja tunarungu peduli terhadap diri sehingga terhindar dari pelecehan seksual.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 140/13 Per p
Uncontrolled Keywords: reproduction health
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
RISYE ANGGUN PERMATA, 100911003UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSoenarnatalina M, Dr. , Ir., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 19 Nov 2013 12:00
Last Modified: 23 Aug 2016 07:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23181
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item