SISTEM RANTAI DINGIN KAITANNYA DENGAN KEJADIAN DIFTERI DI PUSKESMAS KOTA SURABAYA

YELIASTUTI IKE MARLIANA, 101111292 (2013) SISTEM RANTAI DINGIN KAITANNYA DENGAN KEJADIAN DIFTERI DI PUSKESMAS KOTA SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (170kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
23189.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kejadian difteri di Surabaya terus meningkat, menunjukkan adanya kegagalan pada program pelaksanaan imunisasi. Kesuksesan program imunisasi sangat bergantung pada pelaksanaan sistem rantai dingin agar vaksin tetap efektif. Sistem rantai dingin yang tidak dilakukan dengan benar akan menyebabkan keefektifan vaksin berkurang. Hal tersebut akan menyebabkan vaksin tidak mampu mencegah penyakit lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem rantai dingin meliputi Pelaksana, prosedur dan sarana di Puskesmas Kota Surabaya terkait dengan kejadian difteri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Sasaran penelitian ini adalah Puskesmas di Kota Surabaya sebanyak 38 Puskesmas berdasarkan aksesibilitas perijinan. Hasil penelitian menunjukkan kasus difteri terjadi di 20 wilayah kerja Puskesmas dari 38 Puskesmas yang diteliti di Kota Surabaya. Sebelum sakit Penderita Difteri sebagian besar (38%) mendapatkan imunisasi DPT di Rumah Sakit Swasta. Adapun Pengetahuan Petugas Pelaksana rantai dingin di 38 Puskesmas sebagian besar baik (68,4%). Sikap Petugas sebagian besar di puskesmas menunjukkan sikap positif (52,6%),. Kondisi lemari es sebagian besar baik (55,3%) dan letak vaksin dalam lemari es sebagian besar sesuai prosedur (89,5%). Pencatatan dan pelaporan rantai dingin dan imunisasi mayoritas Puskesmas yang diteliti di Kota Surabaya baik (92,1%). Namun untuk ketersediaan sarana penunjang rantai dingin cukup (79,0%). Kesimpulannya Kasus difteri pada penelitian ini banyak terjadi pada Puskesmas dengan sistem rantai dingin vaksin yang secara umum baik. Sebagian besar kasus difteri di penelitian ini tidak mendapatkan imunisasi DPT di Puskesmas. Oleh karena itu, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi pengelolaan vaksin di tingkat pelayanan kesehatan lain yang memberikan pelayanan imunisasi serta meningkatkan pengawasan dan evaluasi terhadap program rantai dingin vaksin.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 141/13Mar s
Uncontrolled Keywords: Vaccine
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
YELIASTUTI IKE MARLIANA, 101111292UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorFariani Syahrul, , S.KM., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 20 Nov 2013 12:00
Last Modified: 15 Jun 2017 21:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23189
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item