HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA DENGAN TERJADINYA KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDRES (MSDs) PADA PEKERJA DI CV. PARTA WOOD, SURABAYA

IRA YHOLANDA AYU PUSPITASARI, 100911028 (2013) HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA DENGAN TERJADINYA KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDRES (MSDs) PADA PEKERJA DI CV. PARTA WOOD, SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (331kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan suatu keluhan berupa rasa nyeri yang terjadi pada otot, syaraf, dan tendon. Keluhan terjadi apabila seorang melakukan pekerjaan pada posisi tidak ergonomi. Berdasarkan penelitian di Amerika oleh The Bureau of Labour Statistic (BLS) menunjukkan 20% kasus yang terjadi adalah kasus akibat kerja, sedangkan National Safety Council menunjukkan 22% dari 1.700.00 kasus adalah sakit akibat kerja. Di Indonesia data secara global belum terangkum dengan baik. Shingga penelitian ini cocok dilakukan di CV. Parta Wood, Surabaya dimana semua pekerja berdiri dan melakukan gerakan berulang. Penelitian ini bersifat deskriptif dan observasional dengan rancang bangun cross sectional. Variabel terikat adalah keluhan MSDs dan variabel bebas adalah sikap kerja (lama berdiri, posisi tubuh dan gerakan berulang) yang dilakukan responden. Responden yang diteliti sejumlah 48 orang dengan metode pengambilan sampel non random yakni pekerja yang ada di lokasi penelitian pada saat pengambilan data. Kemudian dilakukan uji coeficien contingency untuk melihat korelasi antar variabel kemudian dilakukan analisis. Hasil yang diperoleh 85% (41 responden) dari 48 responden mengalami keluhan MSDs. Dari 41 responden, 87,8% (36 responden) mengalami keluhan sedang karena melakukan pekerjaan dengan sikap yang tidak ergonomi dan 12,2 % (5 responden) mengalami keluhan ringan karena melakukan pekerjaan dengan ergonomi. Uji coefient contingency menunjukkan nilai 0,707 yang berarti ada korelasi antara sikap kerja dengan terjadinya keluhan. Keluhan banyak terjadi pada lengan, pergelangan tangan, tangan, bahu, dan kaki. Hal ini disebabkan jam kerja lebih dari 8 jam/hari dan gerakan berulang. Disarankan kepada pekerja untuk memperhatikan sikap kerja yang ergonomi agar tingkat keluhan MSDs tidak semakin tinggi, serta melakukan peregangan otot ± 15 menit setelah bekerja minimal 1 jam. Peregangan dapat dilakukan dengan gerakan ringan. Bagi perusahaan hendaknya memperhatikan desain area kerja terutama tinggi tumpukan kayu maksimal 1,5 meter sehingga pekerja tidak mengangkat tangan terlalu tinggi untuk menaikkan ataupun menurunkan kayu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 153/13 Pus h
Uncontrolled Keywords: work attitude long standing
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
IRA YHOLANDA AYU PUSPITASARI, 100911028UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSho’im Hidayat, , dr., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 26 Nov 2013 12:00
Last Modified: 25 Aug 2016 04:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23194
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item