RISK MANAGEMENT PADA PENGOPERASIAN MESIN RIP SAW DI CV. PARTA WOOD SURABAYA

VIRDA ARSY SARASWATI, 100911032 (2013) RISK MANAGEMENT PADA PENGOPERASIAN MESIN RIP SAW DI CV. PARTA WOOD SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (491kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Manajemen Risiko adalah upaya mengelola potensi bahaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diinginkan secara komprehensif, terencana dan terstruktur dalam suatu kesisteman yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Risk Management pada pengoperasian mesin Rip Saw di CV. Parta Wood Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini berfokus pada pengoperasian mesin Rip Saw di CV. Parta Wood Surabaya. Data primer didapat dari wawancara dan observasi yang akan disajikan dalam tabel kemudian dianalisis dan dijabarkan dalam perumusan deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa CV. Parta Wood Surabaya belum melakukan manajemen risiko pada pengoperasian mesin Rip Saw, dikarenakan perusahaan tersebut tidak memiliki orang – orang yang berkompeten seperti ahli K3 dalam melakukan hal tersebut. Pada hasil manajemen risiko yang dilakukan terdapat 23 bahaya dengan rincian 4 bahaya kategori risiko tingkat rendah, 12 bahaya kategori risiko tingkat sedang dan 7 bahaya kategori risiko tingkat tinggi. Potensi bahaya yang paling tinggi adalah gangguan pendengaran dengan tingkat risiko 20, penilaian pengendalian risiko 0%, dan risiko sisa sebanyak 20. Jenis pengendalian yang paling banyak diimplementasikan adalah melakukan pengecekan kondisi mesin Rip Saw dan memastikan aliran listrik tidak mati ketika mesin beroperasi sebesar 40%. Hal ini tidak cukup signifikan dan efektif, dimana dari semua potensi bahaya yang ditimbulkan ternyata 100% semua menghasilkan risiko sisa yang masih harus dikelola sampai pada tingkatan nilai yang dapat ditoleransi. Perusahaan disarankan untuk melaksanakan pengidentifikasian secara terperinci dengan melihat bahaya dan risiko pada setiap tahapan pengoperasian, tenaga pengoperasi mesin Rip Saw harus memiliki lisensi K3 (SIO) dan pengalaman khusus tentang pengoperasian mesin Rip Saw sesuai permenaker no. 09/ MEN/VII/2010, SOP Pengoperasian mesin Rip Saw sama sekali belum dibuat, oleh karena itu perlu segera ada pembuatan panduan baku pekerjaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 156/13 Sar r
Uncontrolled Keywords: Risk management
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD61 Risk Management
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
VIRDA ARSY SARASWATI, 100911032UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMulyono, , S.KM., M.Kes,UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 26 Nov 2013 12:00
Last Modified: 27 Aug 2016 05:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23197
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item