HUBUNGAN ASUPAN NUTRISI DAN KECACINGAN TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA ANAK USIA SEKOLAH (STUDI SEKOLAH DASAR NEGERI PORONG KECAMATAN PORONG KABUPATEN SIDOARJO)

WIDYA AGUSTINE, 101111314 (2013) HUBUNGAN ASUPAN NUTRISI DAN KECACINGAN TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA ANAK USIA SEKOLAH (STUDI SEKOLAH DASAR NEGERI PORONG KECAMATAN PORONG KABUPATEN SIDOARJO). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (336kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
23208.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Saat ini jumlah anemia pada anak usia sekolah masih meningkat. Kurangnya asupan nutrisi dan kejadian kecacingan sebagai penyebab terjadinya anemia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan asupan nutrisi dan kecacingan terhadap status anemia pada anak usia sekolah di Sekolah Dasar Negeri Porong Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan cross sectional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Wawancara dan pemeriksaan dilaksanakan pada 52 anak kelas 4 dan 5. Subyek ditarik dari populasi dengan cara simple random sampling. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang variabel-variabel yang diteliti. Variabel bebas yang diteliti adalah umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan orang tua, jenis pekerjaan orang tua, tingkat pendapatan, jumlah makanan, jenis makanan, frekuensi makan, tingkat konsumsi energi, tingkat konsumsi protein, tingkat konsumsi vitamin C, tingkat konsumsi zat besi, dan kecacingan. Variabel terikat yang diteliti adalah status anemia. Pengujian hubungan tunggal menggunakan chi square menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna dengan status anemia adalah tingkat pendidikan orang tua (p=0,007), tingkat pendapatan keluarga (p=0,043), tingkat konsumsi energi (p=0,000), tingkat konsumsi protein (p=0,033), tingkat konsumsi vitamin c (0,039), tingkat konsumsi zat besi (p=0,011) dan status kecacingan (p=0,010). Uji t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan konsumsi asupan nutrisi kelompok anemia dan tidak anemia yaitu jumlah asupan protein (p=0,007), jumlah asupan zat besi (p=0,016). Uji Mann Whitney menunjukkan bahwa ada perbedaan konsumsi asupan nutrisi kelompok anemia dan tidak anemia yaitu jumlah asupan energi (p=0,000). Uji hubungan ganda dengan multiple logistic regression menunjukkan bahwa tingkat pendapatan keluarga dan tingkat konsumsi energi berhubungan dengan status anemia. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah rendahnya tingkat pendapatan keluarga dan kurangnya konsumsi energi mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terjadi anemia. Tingkat pendapatan keluarga dan tingkat konsumsi energi berhubungan dengan status anemia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 167/13 Agu h
Uncontrolled Keywords: Nutrient intake
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
WIDYA AGUSTINE, 101111314UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMerryana Adriani, Dr. , S.KM., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 26 Nov 2013 12:00
Last Modified: 15 Jun 2017 21:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23208
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item