FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA TUBERKULOSIS PARU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Di RUMAH SAKIT PARU SURABAYA

EKA SETYA JUWATININGSIH, 101111355 (2013) FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA TUBERKULOSIS PARU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Di RUMAH SAKIT PARU SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
7. ABSTRAK.pdf

Download (380kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FKM 189-13 Juw f.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam studi terbaru di Taiwan disebutkan bahwa diabetes merupakan komorbid dasar tersering pada pasien TB yang telah dikonfirmasi dengan kultur, terjadi pada sekitar 21,5% pasien. Prevalensi nasional untuk TB adalah 400 per 100.000, DM adalah 700 per 100.000 dan DM berserta TB adalah 150 per 100.000. Prevalensi TB paru pada DM meningkat 20 kali dibanding non DM, aktifitas kuman tuberkulosis meningkat 3 kali pada DM berat dibanding DM ringan. Prevalensi TB paru pada DM di Indonesia masih cukup tinggi yaitu antara 12,8-42% dan bila dibanding dengan luar negeri maka prevalensi di Indonesia masih tinggi. Penelitianinibertujuanuntukmenganalisisfaktor yang mempengaruhi terjadinya tuberkulosis paru pada penderita diabetes mellitus di Rumah Sakit Paru surabaya. Metode yang digunakanadalahobservasionalanalitikdenganrancanganCaseControl.Wawancaradilaksanakanpada27pasien TB Parudengan diabetes mellitus dengan sampel 1 : 2. Pengambilansampelmenggunakantotal sampling (Semuapopulasidiambilsemua pada kelompok kasus kasus )danRandom Sampling (Pada Kelompok Kontrol). Dilakukanuntukmendapatkaninformasi yang lebihmendalamtentangvariabel-variabel yang diteliti.Variabelbebaspenelitianadalahkarakteristikpasien (Umur, jeniskelamin, pendidikanpekerjaan, sosial ekonomi), status gizi, lama menderita diabetes, pernah kontak dengan penderita Tuberkulosis, penyakit penyerta,pengetahuanpasien.Analis data denganujiregresilogistik multivariate dengannilai α = 0,05 (5%) denganconfidence interval sebesar 95%. Penelitian didapatkan hasil bahwa tingkat pendidikan didapatkan nilaiOR= 203,836yang berartibahwapasien diabetes mellitus dengan tingkat pendidikan rendah memiliki makna beresiko203,836 kali terjadi tuberkulosis paru. Sosial ekonom didapatkan nilai OR= 3,192 yang berarti bahwa pasien diabetes mellitus dengan sosial ekonomi renda memiliki makna beresiko3,192 kali terjadi tuberkulosis paru. Lama penyakit diabetes mellitus didapatkan nilai OR=24,347 yang berarti bahwa pasien diabetes mellitus dengan lama penyakit ≥ 6 bulan memiliki makna resiko 24,347 kali terjadinya tuberkulosis paru. Kontak erat dengan penderita uberkulosis didapatkan nilai OR=478,314yang berarti bahwa pasien diabetes mellitus dengan kontak erat dengan penderita tuberkolosis memiliki makna resiko 478,314 kali terjadi tuberkulosis paru. Penyakit penyerta didapatkan OR=11,141 yang berati bahwa pasien yang diabetes mellitus dengan penyakit penyerta memiliki makna resiko 11,141 kali terjadi tuberkulosis paru. Kesimpulan yang dapatditarikadalah pendidikan, sosial ekonomi, lama penyakit diabetes mellitus, penyakit penyerta, kontak langsung dengan penderita mempengaruhi terjadinya Tuberkulosis pada pasien diabetes mellitus

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 189/13 Juw f
Uncontrolled Keywords: Diabetes Mellitus
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA643-645 Disease (Communicable and noninfectious) and public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
EKA SETYA JUWATININGSIH, 101111355UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorChatarina U, Prof. Dr. . W., dr., M.S., M.PH.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 16 Dec 2013 12:00
Last Modified: 30 Aug 2016 05:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23230
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item