EVALUASI PELAKSANAAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DAN KEJADIAN PENYAKIT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUPANG KECAMATAN JETIS KABUPATEN MOJOKERTO

FERI MUHAMMAD ABIDIN, 101111118 (2013) EVALUASI PELAKSANAAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DAN KEJADIAN PENYAKIT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUPANG KECAMATAN JETIS KABUPATEN MOJOKERTO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
7. ABSTRAK.pdf

Download (335kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FKM 199-13 Abi e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Berdasarkan hasil studi WHO 2007,kejadian diare menurun 32% dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi dasar, 45% dengan perilaku mencuci tangan pakai sabun, dan 39% perilaku dengan pengeloaan air minum yang aman di rumah tangga, sedangkan dengan mengintegrasi ketiga perilaku tersebut kejadian diare menurun sebesar 94%. Pendekatan strategi nasional sanitas total berbasis masyarakat (STBM) berangkat dari pelaksanaan kegiatan denga pendekatan sektoral dan subsidi perangkat keras selama ini tidak memberi daya ungkit terjadinya perubahan perilaku hygienis dan peningkatan akses sanitasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi program nasional STMB tahun 2008: pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STMB) terutama pilar pertama dan kedua yaitu stop BABS dan Cuci tangan pakai Sabun (CTPS) dan mengidentifikasi faktor penyebab dari kegagalan pelaksanaan program. Jenis penelitian ini adalah evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Wawancara dilakukan secara purposive kepada pihak yang mengetahui program tersebut di wilayah kerja puskesmas Kupang Kabupaten Mojokerto. Data sekunder diperoleh dari profil kesehatan melalui dinas kesehatan Kabupaten Mojokerto dan Puskesmas Kupang. Hasil pencapaian program, pelaksana program telah melakukan pemicuan di 6 desa dari 9 desa yang ada namun belum ada desa yang mencapai keadaan Open Defecation Free (ODF). Tapi ada 1 desa yang tanpa kegiatan pemicuan, minta di verifikasi sebagai desa ODF Dari target MDGs 67%, Puskesmas Kupang masih mencakup 65%. Identifikasi faktor input dan proses didapatkan masih adanya ketidasesuaian dengan pedoman. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah pencapaian program STMB pilar pertama di wilayah kerja puskesmas Kupang belum memenuhi target jumlah desa ODF. Faktor penyebab kegagalan antara lain metode yang belum berjalan dengan baik, kurangnya anggaran dan lingkungan fisik maupun yang belum mendukung.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 199/13 Abi e
Uncontrolled Keywords: Program Evaluation
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
FERI MUHAMMAD ABIDIN, 101111118UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSudarmaji, , S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 16 Dec 2013 12:00
Last Modified: 30 Aug 2016 07:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23240
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item