DETERMINAN PENULARAN MALARIA DI DESA BUKIT BARU KECAMATAN SATUI KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

HAMSYAH, 101111256 (2013) DETERMINAN PENULARAN MALARIA DI DESA BUKIT BARU KECAMATAN SATUI KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
7. ABSTRAK.pdf

Download (496kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FKM 203-13 Ham d.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Selama tahun 1998-2002 Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria terjadi di 11 Provinsi yang meliputi 13 Kabupaten di 93 Desa dengan jumlah penderita hampir 20.000 orang dengan 74 kematian. Malaria mudah menyebar pada sejumlah penduduk, terutama yang bertempat tinggal di daerah persawahan, perkebunan, kehutanan maupun pantai. Salah satunya adalah daerah endemis malaria Desa Bukit Baru Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian malaria. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan case control. Wawancara dan observasi dilakukan pada 200 responden dimana 100 kasus dan 100 kontrol. Subjek kasus diambil dari individu dengan malaria positif dan kontrol dengan malaria negatif yang diperiksa pada puskesmas Satui. Variabel independent penelitian adalah: lingkungan topografi (jenis topografi, vegetasi, breeding places permanen dan tidak permanen, suhu, kelembaban, vegetasi air, jarak breeding places dengan rumah, dan predator jentik), lingkungan perumahan/pemukiman (kandang, vegetasi sekitar rumah, breeding places permanen dan tidak permanen, pH, salinitas, predator jentik, vegetasi air dan predator nyamuk dewasa), kondisi rumah (suhu, kelembaban, ventilasi, dinding rumah, gantungan, langit – langit, dan kondisi jendela setelah jam 6 sore), dan perilaku (memakai kelambu, menggunakan anti nyamuk, menggantung pakaian dan keluar malam, pengetahuan, sikap dan tindakan). Hubungan faktor risiko dan kejadian malaria di uji dengan chi square, diperoleh yang berhubungan adalah jenis topografi, vegetasi, breeding places permanen dan tidak permanen, predator jentik, predator nyamuk dewasa, suhu lingkungan, kelembaban lingkungan, ventilasi, langit-langit, dinding rumah, kandang ternak, memakai kelambu, memakai anti nyamuk, keluar rumah, pengetahuan, sikap dan tindakan. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa jarak breeding places lingkungan topografi dengan rumah, jenis vegetasi, keberadaan breeding places permanen, keberadaan breeding places tidak permanen, ventilasi, langit-langit, dinding rumah, keluar malam, kandang ternak, keberadaan vegetasi air, suhu lingkungan, dan kelembaban lingkungan adalah faktor yang mempengaruhi kejadian malaria.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 203/13 Ham d
Uncontrolled Keywords: Topography Environment
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD878-894 Special types of environment. Including soil pollution, air pollution, noise pollution
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
HAMSYAH, 101111256UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRirih Yudhastuti, Dr., drh., M.Sc.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 16 Dec 2013 12:00
Last Modified: 30 Aug 2016 08:01
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23244
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item