FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF OTOT TULANG RANGKA PADA PERAJIN MARMER (STUDI DI DUSUN CERME DESA GAMPING KECAMATAN CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG)

SATRIYO NUGROHO, 100911070 (2013) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF OTOT TULANG RANGKA PADA PERAJIN MARMER (STUDI DI DUSUN CERME DESA GAMPING KECAMATAN CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
6. ABSTRAK.pdf

Download (453kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FKM 212-13 Nug f.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Keluhan otot tulang rangka adalah keluhan yang dialami pada otot skeletal. Perajin marmer merupakan profesi yang rentan terkena keluhan otot tulang rangka karena kegiatan utamanya adalah membentuk pola pada batu marmer dan melakukan kegiatan angkat angkut dari gudang ke tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan subyektif otot tulang rangka pada perajin marmer . Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Responden adalah seluruh perajin marmer di Dusun Cerme, Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Variabel yang diteliti adalah faktor internal (umur, lama kerja, masa kerja, kebiasaan merokok dan status gizi) dan faktor eksternal (berat beban angkat, cara angkut, penggunaan HAV tools dan frekuensi pengangkutan) terhadap keluhan subyektif otot tulang rangka. Untuk mengetahui kuat hubungan antar variabel digunakan uji koefisien kontingensi (C). Hasil penelitian menunjukkan pada faktor internal mayoritas responden berumur 20-35 tahun, bekerja selama 7-8 jam per hari , telah bekerja selama kurang dari 5 tahun, mempunyai kebiasaan merokok dan berstatus gizi baik. Pada faktor eksternal, sebagian besar responden melakukan pengangkutan beban sebanyak 1-2 kali per hari, memindahkan beban lebih dari 25kg, mengangkat dengan cara yang ergonomis dan menggunakan hand arm vibration tool selama lebih dari 2 jam per harinya. Hubungan antar variabel menunjukkan bahwa, masa kerja (C = 0.435.), status gizi responden (C = 0.253), frekuensi pengangkatan perhari (C = 0.523), berat beban (C=0.510), cara angkut (C=0.392) dan penggunaan HAV tool (C=0.317) mempunyai hubungan dengan tingkat keluhan yang dialami responden. Dapat disimpulkan bahwa perajin marmer berisiko untuk terjadinya keluhan otot tulang rangka. Untuk mengurangi resiko terjadinya keluhan otot tulang rangka ada beberapa alternatif diantaranya menambah waktu istirahat, pembatasan waktu penggunaan HAV tools, pemberian pelatihan, mengurangi konsumsi rokok, pemebrian informasi pekerja tentang gangguan otot tulang rangka, dan menggunakan alat bantu angkut beban berat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 212/13 Nug f
Uncontrolled Keywords: musculoskeletal complaints
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
SATRIYO NUGROHO, 100911070UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTjipto Suwandi, Prof. Dr. , dr., M.OH., Sp.Ok.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 17 Dec 2013 12:00
Last Modified: 31 Aug 2016 00:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23253
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item