HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PEMBENTUK BUDAYA KESELAMATAN KERJA DENGAN PERILAKU KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA UNIT HULL CONSTRUCTION

KARINA ZAIN SUYONO, 100911106 (2013) HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PEMBENTUK BUDAYA KESELAMATAN KERJA DENGAN PERILAKU KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA UNIT HULL CONSTRUCTION. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
7. ABSTRAK.pdf

Download (413kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FKM 245-13 Suy h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (860kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Konstruksi merupakan kegiatan dengan level risiko yang cukup tinggi yang dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja disebabkan karena adanya perilaku tidak aman. Salah satu cara yang digunakan untuk menekan terjadinya kecelakaan kerja yaitu dengan menerapkan budaya keselamatan secara efektif. Budaya keselamatan tidak serta merta terbentuk, namun terdapat faktor pembentuknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor pembentuk budaya keselamatan kerja dengan perilaku, dengan studi yang dilaksanakan di Unit Hull Construction PT. Dok dan Perkapalan Surabaya. Penelitian ini merupakan observasional dengan rancangan cross sectional. Variabel independen adalah komitmen manajemen, peraturan dan prosedur keselamatan kerja, komunikasi, keterlibatan pekerja dalam keselamatan kerja, kompetensi, dan lingkungan kerja, dan variabel dependen adalah perilaku keselamatan kerja. Sampel menggunakan total populasi sejumlah 73 responden. Hubungan antar variabel dianalisis dengan uji cross tabulation dan koefisien kontingensi dengan nilai α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur 41-46 tahun dengan status pendidikan terakhir tamat SLTA dan lama kerja selama kurang dari 18 tahun. Faktor pembentuk budaya keselamatan yang termasuk dalam kategori baik yaitu komitmen manajemen, peraturan dan prosedur, komunikasi, dan lingkungan sosial pekerja, sedangkan yang termasuk dalam kategori cukup yaitu keterlibatan pekerja. Tidak ada hubungan yang bermakna antara komitmen, peraturan dan prosedur, keterlibatan, dan kompetensi dengan perilaku K3. Namun ada hubungan yang bermakna antara komunikasi (C=0,414) dan lingkungan sosial pekerja (C=0,477) dengan perilaku K3. Untuk memaksimalkan budaya keselamatan yang ada di perusahaan, disarankan pihak manajemen memberikan keteladanan dalam keselamatan kerja, menjalankan safety talk secara efektif dan melaksanakan safety induction kepada pekerja baru maupun lama agar mengerti tentang risiko bahaya pada pekerjaan yang dijalankan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 245/13 Suy h
Uncontrolled Keywords: safety culture, behavior, accidents
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
KARINA ZAIN SUYONO, 100911106UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorErwin Dyah Nawawinetu, , dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 17 Dec 2013 12:00
Last Modified: 02 Sep 2016 02:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23284
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item