FAKTOR PENYEBAB TINGGINYA PERSENTASE DESA SIAGA TIDAK AKTIF DI KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 2011

SHONAFIRI JANNA BIDARI, 100610017 (2013) FAKTOR PENYEBAB TINGGINYA PERSENTASE DESA SIAGA TIDAK AKTIF DI KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 2011. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
7. ABSTRAK.pdf

Download (338kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FKM 259-13 Bid f.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Program desa siaga merupakan salah satu upaya untuk mencapai program Indonesia Sehat 2015. Target keberhasilan program adalah apabila 80% desa telah menjadi desa siaga aktif pada tahun 2015. Pada kenyataannya, sampai tahun 2011 persentase desa siaga tidak aktif masih jauh dari batas toleransi. Di Kabupaten Situbondo, 57% desa siaga masih berada dalam kategori tidak aktif, dari batas toleransi yaitu 40% pada tahun 2011. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor penyebab tingginya persentase desa siaga tidak aktif. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober sampai 5 Desember 2012 dilakukan survei dengan menggunakan rancang bangun observasional deskriptif jenis cross sectional. Wawancara menggunakan kuesioner dilaksanakan pada 30 desa siaga tidak aktif, dengan responden 30 fasilitator dan 30 kader yang menggunakan purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah, faktor fasilitator, faktor kader dan pelaksanaan delapan indikator desa siaga. Setelah dilakukan analisis pada hasil penelitian faktor yang menjadi penyebab tingginya persentase desa siaga tidak aktif di Kabupaten Situbondo yaitu: 1). Faktor fasilitator meliputi, kemampuan teknis dan motivasi kerja. 2). Faktor kader meliputi tingkat pendidikan, kemampuan teknis, motivasi kerja, persepsi mengenai jarak tempuh, persepsi mengenai kemudahan transport dan dukungan dari Kepala Desa. 3). Tidak berjalannya pelaksanaan 8 indikator desa siaga meliputi Forum Masyarakat Desa, Pelayanan Kesehatan Dasar, Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat, Surveilans Berbasis Masyarakat, pembinaan PKM PONED, sistem siaga bencana, pembiayaan berbasis masyarakat dan pengkajian lingkungan sehat ber-PHBS. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah kemampuan teknis, tingkat pendidikan dan motivasi kerja yang rendah dapat menyebabkan program desa siaga tidak berjalan. Persepsi jarak tempuh yang jauh, dan trasnport yang sulit juga mempengaruhi kinerja kader. Faktor penyebab utama adalah tidak adanya dukungan Kepala Desa. Tidak ada dana operasional dan kurangnya sarana prasarana program juga menjadi faktor penghambat. Saran yang dapat diberikan adalah dengan memberikan pelatihan serta sosialisasi kepada fasilitator dan kader serta pendekatan kepada Kepala Desa dengan kegiatan lintas sektor dan lintas program di wilayah kerja masing-masing.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 259/13 Bid f
Uncontrolled Keywords: DESA SIAGA INDIKATOR
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
SHONAFIRI JANNA BIDARI, 100610017UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRatna Dwi Wulandari, , S.KM., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 19 Dec 2013 12:00
Last Modified: 02 Sep 2016 08:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23300
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item