HUBUNGAN FAKTOR RESIKO INDUKSI PERSALINAN PADA KEHAMILAN POST DATE TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA DI RUANG BERSALIN RSUD dr.M.SOEWANDHIE SURABAYA

MEGA AYU BUDI ARINING RATRI, 101111328 (2013) HUBUNGAN FAKTOR RESIKO INDUKSI PERSALINAN PADA KEHAMILAN POST DATE TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA DI RUANG BERSALIN RSUD dr.M.SOEWANDHIE SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
7. ABSTRAK.pdf

Download (420kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FKM 278-13 Rat h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Induksi persalinan dilakukan untuk mempercepat persalinan pada kehamilan post date dikarenakan telah terjadi penurunan fungsi plasenta. Namun, kontraksi uterus yang ditimbulkan secara terus – menerus dapat mengganggu sistem transport oksigen yang meningkatkan resiko janin mengalami asfiksia. Studi pendahuluan pada 81 ibu dengan induksi persalinan di RSUD dr.M.Soewandhie Surabaya didapatkan 31 bayi mengalami asfiksia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor resiko induksi persalinan pada kehamilan post date terhadap kejadian asfiksia di ruang bersalin RSUD dr.M.Soewandhie Surabaya. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang melahirkan dengan kehamilan post date di RSUD dr.M.Soewandhie Surabaya bulan Agustus sampai Oktober 2012 sejumlah 117 ibu, besar sampel 41 kelompok kasus dan 18 kelompok kontrol yang diambil dengan probability sampling secara Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan data sekunder, yang dianalisa menggunakan Regresi Logistik Univariat dan Multivariat (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan dari 41 kasus induksi persalinan didapatkan asfiksia sejumlah 29 (70,73%). Faktor resiko tindakan induksi persalinan diuji dengan pendekatan Regresi Logistik Univariat, didapatkan hasil ρ = 0,000 <α = 0,05. Sehingga ada hubungan faktor resiko tindakan induksi persalinan pada kehamilan post date terhadap kejadian asfiksia. Kemudian diuji kembali dengan pendekatan Regresi Logistik Multivariat (ρ < 0,25) didapatkan hasil, ibu hamil dengan penyakit penyerta lebih tinggi dilakukan induksi persalinan 42,951 kali dibandingkan yang tidak ada penyakit penyerta, ibu hamil dengan riwayat obstetri baik lebih tinggi dilakukan induksi persalinan 0,025 kali dibandingkan dengan riwayat obstetri buruk, ibu hamil dengan status gizi baik lebih tinggi dilakukan induksi persalinan 0,011 kali dibandingkan dengan status gizi kurang. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah faktor penyakit penyerta, riwayat obstetri, dan status gizi berhubungan dengan tindakan induksi persalinan terhadap kejadian asfiksia. Petugas kesehatan hendaknya memberikan informasi, melakukan pengawasan, pemantauan, dan dukungan untuk meminimalkan komplikasi yang akan terjadi selama proses persalinan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 278/13 Rat h
Uncontrolled Keywords: Induction of labor
Subjects: R Medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
MEGA AYU BUDI ARINING RATRI, 101111328UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorArief Wibowo, Dr. , dr., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 23 Dec 2013 12:00
Last Modified: 05 Sep 2016 03:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23319
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item