HUBUNGAN LAMA DAN POLA MENYUSUI DENGAN DATANGNYA MENSTRUASI PERTAMA SETELAH MELAHIRKAN

Riwahyuningrum, Lina, NIM. 100630236 (2009) HUBUNGAN LAMA DAN POLA MENYUSUI DENGAN DATANGNYA MENSTRUASI PERTAMA SETELAH MELAHIRKAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-linariwahy-9832-fkm880-k.pdf

Download (372kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-riwahyunin-8324-fkm880-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Menyusui dapat mencegah ovulasi dan memperpanjang amenorrhea post partum. Ibu yang menyusui tidak mengalami ovulasi antara 4 sampai 24 bulan setelah melahirkan, sedangkan ibu yang tidak menyusui tidak mengalami ovulasi antara 1 sampai 2 bulan saja. Dengan menyusui akan keluar hormon prolaktin yang menyebabkan amenorrhea dan anovulasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi datangnya menstruasi pertama setelah ibu melahirkan adalah frekuensi, intensitas dan lama menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara lama menyusui, pola menyusui dengan datangnya menstruasi pertama setelah ibu melahirkan. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dan datanya dikumpulkan secara cross sectional. Populasi penelitian adalah semua ibu menyusui yang telah melahirkan di Rumah Bersalin "Arlina" Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Sampel penelitian adalah ibu menyusui yang telah melahirkan 0-1 tahun di Rumah Bersalin "Arlina" sebanyak 51 ibu menyusui. Data yang dikumpulkan terdiri dari data karakteristik responden, pola pemberian ASI, lama menyusui, waktu menstruasi pertama setelah melahirkan, dan lain-lain. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Analisis hubungan dengan menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara lama menyusui dengan datangnya menstruasi pertama setelah melahirkan, dengan nilai sig (0,004) dan exp(B) (39,58) artinya kemungkinan ibu yang menyusui lebih dari 6 bulan, akan mendapatkan menstruasi pertama lebih dari 4 bulan 39,58 kali lebih besar jika dibandingkan dengan ibu yang menyusui kurang dari 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola menyusui dengan datangnya menstruasi pertama setelah melahirkan, dengan nilai sig (0,001) dan exp(B) (56,14) artinya kemungkinan ibu yang memberikan ASI eksklusif pada bayinya, akan mendapatkan menstruasi pertama lebih dari 4 bulan 56,14 kali lebih besar jika dibandingkan dengan ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan menyusui secara eksklusif dan menyusui secara teratur dalam waktu yang lama dapat menunda datangnya menstruasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 88/08 Riw h
Uncontrolled Keywords: BREAST FEEDING; AMENORRHEA
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi Kesehatan
Creators:
CreatorsEmail
Riwahyuningrum, Lina, NIM. 100630236UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorR. Bambang W., Prof., dr., MS., MCN, Ph.D, SpGKUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 09 Jan 2009 12:00
Last Modified: 05 Sep 2016 07:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23391
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item