HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN JARAK OPTIMAL PEKERJAAN MENGANGKAT MENJINJING PADA MAHASISWA LAKI � LAKI FKM UNAIR

Wardojo, Sri Sunarningsih Ika, NIM. 100411479 (2009) HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN JARAK OPTIMAL PEKERJAAN MENGANGKAT MENJINJING PADA MAHASISWA LAKI � LAKI FKM UNAIR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-wardojosri-9788-fkm340-k.pdf

Download (380kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-wardojosri-8353-fkm340-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Status gizi memiliki peran yang penting dalam menentukan pembebanan yang sesuai sehingga dapat dicapai produktivitas yang optimal dalam pekerjaan mengangkat menjinjing. Akan tetapi, di Indonesia belum ada penelitian tentang pekerjaan mengangkat menjinjing yang berkaitan dengan status gizi dengan pembebanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara status gizi dengan jarak optimal pada pekerjaan mengangkat menjinjing. Penelitian ini termasuk penelitian pra eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 41 mahasiswa laki-laki Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga yang berusia produktif (19-30 tahun) dan sehat saat penelitian (ditentukan oleh pemeriksaan dokter). Responden dipilih dengan menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data diperoleh dengan mengadakan pengukuran berat badan, tinggi badan, jarak, denyut nadi dan lama waktu pemulihan. Teknis pelaksanaanya adalah responden diukur status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan diberi beban dengan variasi beban 12 kg, 15 kg dan 20 kg pada medan datar serta akan diamati berapa jarak yang ditempuh dan lama waktu pemulihan setelah melakukan pekerjaan mengangkat menjinjing. Dalam penelitian ini, variabel bebasnya adalah status gizi dan berat beban sedangkan variabel tergantung adalah jarak optimal. Data yang diperoleh kemudian akan dianalisis secara deskriptif menggunakan perhitungan ukuran statistik dan dalam bentuk tabel frekuensi dan tabulasi silang. Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan jarak optimal serta hubungan antara jarak optimal dan pembebanan digunakan uji korelasi Rank Spearman. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki status gizi baik (68,3%). Rerata jarak optimal pada pembebanan 12 kg adalah 385,882 meter dengan standar deviasi (SD) sebesar 168,7845. Pada pembebanan 15 kg rerata jarak optimal adalah 338,961 dengan standar deviasi (SD) sebesar 171,7184. Sedangkan, pada pembebanan 20 kg rerata jarak optimal adalah 209,200 dengan standar deviasi (SD) sebesar 92,3273. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan lemah antara status gizi dengan jarak optimal, dengan nilai p=0.043 (p<0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,247. Selain itu, terdapat hubungan antara jarak optimal dengan pembebanan dengan nilai p=0,00 (p<0,05) dan koefisian korelasi sebesar -4,67. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan semakin baik status gizi, semakin jauh jarak yang ditempuh. Selain itu, semakin berat pembebanan, semakin pendek jarak tempuh.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 34/08 War h
Uncontrolled Keywords: NUTRITION; LIFTING AND CARRYING
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
Wardojo, Sri Sunarningsih Ika, NIM. 100411479UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorErwin Dyah N., dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 13 Jan 2009 12:00
Last Modified: 14 Sep 2016 04:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23403
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item