HUBUNGAN FAKTOR KETURUNAN, KEBIASAAN KONSUMSI SOFT DRINK DAN AKTIFITAS FISIK DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA REMAJA SMP DI LUMAJANG (Studi di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang)

VANIA RIZKA A, 100710176 (2013) HUBUNGAN FAKTOR KETURUNAN, KEBIASAAN KONSUMSI SOFT DRINK DAN AKTIFITAS FISIK DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA REMAJA SMP DI LUMAJANG (Studi di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK1.pdf

Download (145kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (703kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Gizi lebih di Indonesia semakin meninggi angka kejadiannya. Salah satunya adalah gizi lebih pada remaja. Gizi lebih terjadi karena adanya pola makan yang berlebih dan kurangnya beraktifitas fisik sehingga terjadi ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan keluar. Faktor risiko dari gizi lebih adalah faktor keturunan, kurangnya aktifitas fisik dan pola konsumsi yang salah. Pola konsumsi pada remaja dipengaruhi oleh gaya hidup, termasuk gaya hidup untuk mengkonsumsi soft drink yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor keturunan, pola konsumsi, kebiasaan konsumsi soft drink, aktifitas fisik dan kejadian gizi lebih pada remaja. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan sampel penelitian adalah siswa sekolah menengah pertama (kelas VII dan VIII) yang berusia 12-15 tahun sebanyak 80 sampel. Pengambilan sampel dengan cara random, analisis data dengan uji Chi Square Test dan Spearman Correlation (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara faktor keturunan (p=0,00), kebiasaan makan fast food (p=0,00), kebiasaan konsumsi snack di rumah (p=0,00), kebiasaan konsumsi snack di sekolah (p=0,00), kebiasaan konsumsi soft drink (p=0,00), kebiasaan olahraga (p=0,00), tingkat aktifitas fisik (p=0,00) dengan status gizi. Sebaliknya tidak ada hubungan antara frekuensi makan sehari (p=0,396), tingkat konsumsi protein (p=0,737), tingkat konsumsi lemak (p=0,538), tingkat konsumsi karbohidrat (p=0,981) dengan status gizi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan bermakna antara faktor keturunan, kebiasaan makan fast food, kebiasaan konsumsi snack di rumah dan sekolah, kebiasaan konsumsi soft drink, kebiasaan olahraga, tingkat aktifitas fisik dengan status gizi responden. Sesuai dengan hasil penelitian untuk menggiatkan kembali monitoring status gizi siswa melalui UKS yang telah ada, mengadakan penyuluhan tentang pola hidup sehat secara berkala.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: FKM 261 12 Van h
Uncontrolled Keywords: overweight, physical activity
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH426 Genetics
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
VANIA RIZKA A, 100710176UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Adiningsih, Dr., dr., M.S., M.CN.UNSPECIFIED
Depositing User: mat sjafi'i
Date Deposited: 22 Jul 2013 12:00
Last Modified: 19 Sep 2016 08:41
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23448
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item