POLA ASUH GIZI PADA BALITA KEP (UMUR 6-24 BULAN):STUDI KASUS PADA MASYARAKAT ETNIS MADURA DAN JAWA DI KELURAHAN SIDODADI KECAMATAN SIMOKERTO KOTA SURABAYA

EVA WULANDARI, 100311134 (2007) POLA ASUH GIZI PADA BALITA KEP (UMUR 6-24 BULAN):STUDI KASUS PADA MASYARAKAT ETNIS MADURA DAN JAWA DI KELURAHAN SIDODADI KECAMATAN SIMOKERTO KOTA SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-wulandarie-6220-fkm400-t.pdf

Download (385kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-wulandarie-6220-fkm4007.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kurang Energi-Protein (KEP) pada anak merupakan masalah kesehatan yang dapat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan. Penyebab tidak langsung terjadi gizi kurang salah satunya adalah pola asuh gizi. Peranan keluarga terutama ibu dalam mengasuh anak sangat menentukan tumbuh kembang anak. Pengasuhan anak merupakan perilaku yang dipraktikkan oleh pengasuh (ibu, bapak, nenek atau orang lain) dalam memberikan makanan, pemeliharaan kesehatan, memberikan stimulasi serta dukungan emosional yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang. Puskesmas Simolawang, 2004 dan 2005 memiliki prevalensi balita KEP tertinggi yaitu 57.01% dan 56.1% daripada puskesmas lain, jumlah itu terdapat etnis Madura (60%) dan Jawa (20%). Dengan mengetahui perbedaan pola asuh etnis Madura dan Jawa terkait gizi, diharapkan ada pemecahan masalah yang tepat dalam mengurangi jumlah KEP. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pola asuh gizi balita KEP (umur 6-24 bulan) pada masyarakat Kelurahan Sidodadi dengan etnis Madura dan Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian adalah observasi partisipasif. Lokasi penelitian di Kelurahan Sidodadi Kecamatan Simokerto Kota Surabaya. Informan penelitian ini adalah ibu/pengasuh balita KEP (6-24 bulan) berdasarkan baku median WHO-NCHS. Jumlah informan yaitu 3 etnis Madura dan 3 etnis Jawa. Teknik pengumpulan data primer dengan obervasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder berupa jumlah balita KEP di kelurahan Sidodadi dari posyandu dan data monografi Kelurahan Sidodadi. Tahap analisis adalah penelaahan seluruh data, pembuatan abstraksi data, penyusunan dalam satuan-satuan, kategorisasi, dan penafsiran data. Hasil penelitian ini disimpulkan pola asuh antara lain etnis Jawa lebih banyak mempunyai waktu bersama anak dengan memberikan stimulasi optimal. Pada etnis Madura cenderung memberikan ASI dengan 1 payudara dan etnis Jawa lebih pendek lama pemberian ASI. Etnis Jawa, ketika anak sakit segera dibawa ke pelayanan kesehatan. Ibu harus menggunakan lebih banyak waktu bersama anak dengan stimulasi optimal, pemberian informasi dan pelatihan bagi kader beserta ibu tentang praktek pemberian ASI dan MP-ASI yang tepat, serta melakukan pencegahan terhadap penyakit anak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.40/07 Wul p
Uncontrolled Keywords: INFANTS - NUTRITION
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA601-602 Food and food supply in relation to public health
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
EVA WULANDARI, 100311134UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMerryana Adriani, S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 06 Mar 2008 12:00
Last Modified: 19 Jun 2017 21:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23494
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item