FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA DIARE PERSISTEN PADA BALITA : Studi kasus pada penderita diare persisten di IRNA (Instalasi Rawat Inap) Anak RSU dr Soetomo Surabaya

WIDYA APRILAWATI, 100431533 (2006) FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA DIARE PERSISTEN PADA BALITA : Studi kasus pada penderita diare persisten di IRNA (Instalasi Rawat Inap) Anak RSU dr Soetomo Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-aprilawati-5412-fkm090-t.pdf

Download (506kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-aprilawati-5412-fkm0907.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit diare persisten adalah episode diare yang mula-mula bersifat akut namun berlangsung selama 14 (empat belas) hari atau lebih. Berlanjutnya diare akut menjadi diare persisten dipengaruhi oleh beberapa faktor yang antara lain adalah faktor pejamu yang meliputi usia, status gizi, imunitas, malabsorpsi lemak, intoleransi laktosa; tatalaksana diare akut yang meliputi pemakaian antibiotik, pemberian ASI dan pemuasaan penderita; serta adanya penyakit penyerta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya diare persisten pada balita di IRNA (Instalasi Rawat Imp Anak) RSU dr Soetomo Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain penelitian case control. Sampel kasus adalah balita penderita diare persisten yang menjalani rawat inap di IRNA (Instalasi Rawat Inap) Anak RSU dr Soetomo Surabaya mulai 1 Januari 2005 sampai 30 Juni 2006 dan terekam pads Data Base di Divisi Gatroenterologi Bagian Anak RSU dr Soetomo Surabaya sebanyak 20 balita dengan menggunakan Cara total population. Kontrol adalah balita penderita Gastroentestinal Disease Non Diare yang menjalani rawat inap di IRNA (Instalasi Rawat Inap) Anak RSU dr Soetomo Surabaya mulai 1 Januari 2005 sampai 30 Juni 2006 dan terekam pada Data Base di Divisi Gatroenterologi Bagian Anak RSU dr Soetomo Surabaya sebanyak 40 balita dengan menggunakan Cara simple random sampling. Uji yang digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh adalah dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa usia merupakan faktor risiko diare persisten pada balita p=0,000 dengan OR=7,909 (95% CI 2,31 8<0R<26,984). Status gizi merupakan faktor risiko diare persisten pada balita p=0,002 dengan OR=7,000 (95% CI 1,940<0R<25,255). Penyakit penyerta bukan merupakan faktor risiko diare persisten pada balita p=0,201 dengan OR=2,029 (95% CI 0,681risiko diare persisten pads balita p 0,006 dengan OR=4,846 (95% CI 1,515mempengaruhi terjadinya diare persisten pada balita (p=0,044) akan tetapi secara statistik tidak bermakna OR-0,323 (95% CI 0,681Disimpulkan bahwa usia, status gizi dan pemakaian antibiotik merupakan faktor risiko diare persisten pada balita. Saran yang akan diberikan adalah meningkatkan penyuluhan pada ibu atau keluarga balita penderita diare akut terutama tentang perjalanan penyakit dan kemungkinan dampaknya menjadi diare persisten serta meningkatkan perhatian terhadap tatalaksana diare akut. Selain itu, Pada ibu balita penderita diare akut disarankan selama balitanya diare, pemberian air susu ibu (ASI) tidak boleh dikurangi atau dihentikan, tetapi diberikan sesering dan sepanjang anak menginginkannya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.09/07 Apr f
Uncontrolled Keywords: DIARRHEA IN CHILDREN
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
WIDYA APRILAWATI, 100431533UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorArief Hargono, drg., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 16 Nov 2007 12:00
Last Modified: 19 Jun 2017 21:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23496
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item