PENGARUH PELAKSANAAN PROYEK WSLIC II TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA : Studi di Desa Plosokidul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur

ANNY FAUZIATI, 100311140 (2007) PENGARUH PELAKSANAAN PROYEK WSLIC II TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA : Studi di Desa Plosokidul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-fauziatian-5418-fkm150-t.pdf

Download (429kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-fauziatian-5418-fkm1507.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Faktor lingkungan yang paling dominan menyebabkan diare adalah sarana air bersih dan pembuangan tinja. Kedua faktor tersebut akan berinteraksi dengan perilaku manusia, bila kedua faktor tersebut tidak sehat dan berakumulasi dengan perilaku yang tidak sehat pula maka dapat menyebabkan diare. Penduduk Indonesia di pedesaan yang memanfaatkan jamban hanyalah 54,2 %, dan cakupan air bersihnya masih 67,37 % saja. Kondisi tersebut dapat memperbesar peluang masyarakat pedesaan untuk terserang diare terutama balita, karena kelompok umur balita sangat rentan terhadap penyakit. Pelaksanaan proyek WSLIC II di pedesaan adalah untuk meningkatkan akses sarana air bersih, sanitasi dan perbaikan perilaku hidup bersih dan sehat, dari sini diharapkan angka kejadian diare dapat diturunkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pelaksanaan proyek WSLIC II terhadap kejadian diare pada balita, dengan memperhatikan perbedaan kebiasaan yang berisiko untuk terjadinya diare balita, yang meliputi kebiasaan BAB; membuang tinja balita; cuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan makanan atau minuman untuk balita dan setelah BAB; serta kebiasaan mencuci botol susu untuk balita, antara daerah yang mendapatkan proyek WSLIC II dengan yang tidak mendapatkan proyek WSLIC II. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan kohort retrospektik Sampel diambil secara acak dari populasi balita di Desa Plosokidul sebagai kelompok studi, dan dari populasi balita di Desa jarak sebagai kelompok pembanding. Berdasarkan analisis dengan menggunakan tabulasi silang dan uji chi square (X), dapat diketahui bahwa kelima variabel kebiasaan tersebut semuanya menunjukkan perbedaan yang signifikan, dimana responden yang tinggal di daerah tidak mendapatkan proyek WSLIC II cenderung memiliki kebiasaan yang berisiko untuk terjadinya diare pada balita. Hasil analisis dengan menggunakan regresi logistik juga menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pelaksanaan proyek WSLIC II dengan kejadian diare pada balita, dimana balita yang tinggal di daerah proyek WSLIC II memiliki risiko 6,713 kali lebih besar untuk tidak terkena diare dibandingkan dengan balita yang tinggal di daerah tidak mendapatkan proyek WSLIC II. Provider kesehatan di daerah yang tidak mendapatkan proyek WSLIC II dan terutama masyarakatnya masih memiliki kondisi sanitasi yang masih rendah hendaknya menerapkan metode yang sama seperti yang diterapkan dalam proyek WSLIC II, sehingga perilaku BAB di sembarang tempat dapat digeser menjadi BAB di jamban, dan penyakit yang berbasis lingkungan yang salah satunya adalah diare dapat dikurangi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.15/07 Fau p
Uncontrolled Keywords: DIARRHEA IN CHILDREN
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
ANNY FAUZIATI, 100311140UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPrijono Setyabakti, dr., M.S., M.PHUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 19 Nov 2007 12:00
Last Modified: 20 Jun 2017 15:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23501
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item