ANALISIS SUHU, KADAR PROTEIN DAN DAYA TERIMA IKAN BANDENG PADA PENGAWETAN DENGAN ES, GARAM DAN NIGARI

APRILIA IKA ROSIYANTI, 100311107 (2007) ANALISIS SUHU, KADAR PROTEIN DAN DAYA TERIMA IKAN BANDENG PADA PENGAWETAN DENGAN ES, GARAM DAN NIGARI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-rosiyantia-6222-fkm420-t.pdf

Download (362kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-rosiyantia-6222-fkm4207.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Produksi ikan bandeng di Jawa Timur merupakan jumlah terbesar dan mendominasi seluruh hasil perairan tambak. Sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin dan mineral yang baik untuk dicerna. Namun, struktur daging ikan yang halus membuat ikan cepat membusuk. Untuk itu perlu teknologi pengawetan ikan yang efektif dan aman. Penggunaan nigari dalam pengawetan ikan dengan es, mampu menurunkan suhu es hingga -20°C. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui suhu es, kadar protein, dan daya terima ikan bandeng antara kelompok ikan dengan pengawetan menggunakan es dan garam; es, garam dan nigari serta es, garam dan non refined nigari (NNR). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan menggunakan factorial desain dan rancangan acak kelompok (RAK). Uji dilakukan terhadap 48 satuan percobaan yang terbagi dalam tiga kelompok metode pengawetan dan empat kelompok lama penyimpanan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi untuk mengetahui suhu dan kadar protein, serta kuesioner untuk mengetahui daya terima ikan bandeng. Hasil uji anova terhadap rata-rata suhu saat perlakuan, suhu sebelum penambahan es, suhu setelah penambahan es, kadar protein dan skor organoleptik ikan bandeng menunjukkan adanya perbedaan pada masing-masing variable antara tiap metode pengawetan (p<0,05). Uji hubungan menunjukkan bahwa suhu sebelum penambahan es berhubungan dengan suhu setelah penambahan es (r=0,926). Uji korelasi parsial menunjukkan adanya hubungan antara suhu sebelum penambahan es, kadar protein dan skor organoleptik ikan bandeng. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah tiap metode pengawetan menyebabkan terjadinya perbedaan suhu, kadar ,protein dan skor organoleptik ikan bandeng. Tingginya suhu es belum penambahan es berhubungan kuat dengan tingginya suhu setelah penambahan es. Kenaikan suhu es berhubungan dengan penurunan kadar protein dan skor organoleptik ikan bandeng.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.42/07 Ros a
Uncontrolled Keywords: FISHES - CONSERVATION
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA440-440.87 Study and teaching. Research
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
APRILIA IKA ROSIYANTI, 100311107UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorProf. R. Bambang W, M.S., MCN., Ph.D., SpGKUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 06 Mar 2008 12:00
Last Modified: 20 Jun 2017 15:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23505
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item