FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HASIL PENGOBATAN TB PADA AKHIR TAHAP INTENSIF: Studi di BP4 Surabaya / Rumah Sakit Karang Tembok Surabaya

SARIYUN NIDA, 100311121 (2007) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HASIL PENGOBATAN TB PADA AKHIR TAHAP INTENSIF: Studi di BP4 Surabaya / Rumah Sakit Karang Tembok Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-nidasariyu-6287-fkm650-t.pdf

Download (367kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-nidasariyu-6287-fkm6507.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara¬-negara berkembang. Diperkirakan 95% kasus TB dan 98% kematian akibat TB di dunia, terjadi pada negara-negara berkembang. Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus TB peringkat ketiga terbesar di dunia. Hal ini disebabkan banyaknya kasus BTA (+) sebagai sumber infeksi yang tidak berhasil disembuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan hasil pengobatan TB pada akhir tahap intensif. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan terhadap keseluruhan dari populasi yaitu semua penderita yang mulai berobat pada bulan Januari sampai Maret 2007 yang telah selesai berobat pada tahap intensif dan telah melakukan pemeriksaan ulang dahak di BP4 Surabaya / RS Karang Tembok. Variabel yang diteliti adalah faktor yang ada pada penderita TB yaitu karakteristik penderita, tingkat pengetahuan penderita, kepatuhan berobat penderita, dan ketrampilan mengeluarkan dahak. Untuk melihat kuatnya hubungan antar variabel yang diteliti digunakan analisis koefisien kontingensi. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan antara karakteristik dan tingkat pengetahuan penderita TB dengan hasil pengobatan TB pada akhir tahap intensif lemah. Sedangkan hubungan antara kepatuhan berobat penderita TB dengan hasil pengobatan TB pada akhir tahap intensif cukup kuat dengan koefisien kontingensi sebesar 0,389. Seratus persen responden dalam penelitian ini terampil dalam mengeluarkan dahak dengan proporsi untuk mendapatkan hasil BTA(-) pada akhir tahap intensif lebih besar. Provider kesehatan yang bertanggung jawab dan peduli terhadap masalah TB diharapkan lebih aktif memberikan informasi kepada masyarakat terutama daerah endemis TB dalam upaya meningkatkan pengetahuan mengenai TB. Petugas laboratorium perlu memberikan pengarahan terlebih dahulu kepada penderita sebelum pengeluaran dahak untuk pemeriksaan ulang dahak

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.65/07 Nid f
Uncontrolled Keywords: TUBERCULOSIS-DISEASES; TUBERCULOSIS-TREATMENT
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA440-440.87 Study and teaching. Research
R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
SARIYUN NIDA, 100311121UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorChatarina U. W., Dr. dr., M., M.PHUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 14 Mar 2008 12:00
Last Modified: 20 Jun 2017 21:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23534
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item