HAZARD ANALYSIS AND CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) PADA PENGELOLAAN MAKANAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM LUMAJANG: Studi di Unit Gizi Rumah Sakit Islam Lumajang

IFFA ZULFANA, 100311155 (2007) HAZARD ANALYSIS AND CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) PADA PENGELOLAAN MAKANAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM LUMAJANG: Studi di Unit Gizi Rumah Sakit Islam Lumajang. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-zulfanaiff-6291-fkm690-t.pdf

Download (389kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-zulfanaiff-6291-fkm6907.pdf
Restricted to Registered users only

Download (11MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kerentanan konsumen adalah faktor pendukung foodborne disease, karenanya pasien rumah sakit yang dalam masa penyembuhan dan perawatan membutuhkan makanan yang aman agar tidak membebani tubuh dengan kontaminasi baru. Peranan unit gizi diperlukan dalam menjaga keamanan makanan pasien. Salah satu caranya dengan menerapkan metode Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) yang diakui sebagai metode yang cukup efektif dalam menjaga keamanan pangan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan studi pengelolaan makanan pasien rumah sakit berdasarkan metode HACCP (yaitu identifikasi hazard dan kategori risiko, Critical Control Point atau CCP, batas kritis, penyusunan prosedur pemantauan, tindakan korektif, prosedur verifikasi, dokumentasi) dan membuat rancangan HACCP pada pengelolaan makanan pasien untuk direkomendasikan pada rumah sakit. lni merupakan penelitian observasional, berdasarkan waktu dan analisis datanya termasuk penelitian cross sectional dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan empat jenis hazard teridentifikasi dalam pengelolaan makanan pasien yaitu hazard fisik, biologi, kimia, kondisi terkait zat gizi dan formulasi. Ada 8 CCP teridentifikasi dan batas kritis ditentukan pada setiap CCP berdasarkan parameter kritis suhu, waktu, jumlah E. coli, dan aspek organoleptik. Pemantauan juga dilakukan seperti pada suhu - waktu pemasakan dan penyimpanan makanan menggunakan termometer dan stopwatch. Tindakan korektif disusun untuk mengatasi penyimpangan seperti penambahan waktu pemanasan pada proses pemasakan.Verifikasi HACCP direncanakan setiap 6 bulan dengan ahli gizi sebagai auditor. Dokumentasi disusun untuk setiap CCP sebagai acuan perbaikan sistem. Sebagai prasyarat HACCP dilakukan penilaian higiene dan sanitasi unit gizi sebagai perwujudan Good Manufacturing Practices (GMP). Kesimpulannya, 7 prinsip HACCP dapat diterapkan unit gizi pada pengelolaan makanan pasien mulai dari incoming material sampai makanan siap dikonsumsi pasien. Namun sebelumnya perlu dipenuhi program prasyarat seperti GMP atau Sanitation Standart Operating Procedure (SSOP) untuk mendukung sistem HACCP. Unit gizi dapat menerapkannya secara bertahap dan ini membutuhkan ketrampilan personalnya serta komitmen manajemen rumah sakit untuk memberikan food safety bagi pasiennya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.69/07 Zul h
Uncontrolled Keywords: HAZARD ANALYSIS AND CRITICAL CONTROL POINT (FOOD SAFETY SYSTEM); HOSPITALS � FOOD SERVICE; FOOD SERVICE MANAGEMENT
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA601-602 Food and food supply in relation to public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
IFFA ZULFANA, 100311155UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSudarmadji, S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 14 Mar 2008 12:00
Last Modified: 26 Oct 2016 22:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23538
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item