EVALUASI PENGAMATAN KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN TUBAN TAHUN 2010 (Studi pada Program P2 DBD di Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban)

HENRIESCA SANDRA AYU P.P., 100710154 (2011) EVALUASI PENGAMATAN KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN TUBAN TAHUN 2010 (Studi pada Program P2 DBD di Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ASBTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-henriescas-20154-kkfkm3-k.pdf

Download (322kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-henriescas-16905-kkfkm3-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan cukup serius yang tidak pernah bisa dieradikasi. Data WHO (2009), trend kasus DBD tahun 1985-2006 menunjukkan pola peningkatan jumlah kasus dan penyebaran daerah endemis semakin merata di seluruh Indonesia. Data di Kabupaten Tuban tahun 2010, 553 kasus dan 16 meninggal. Surveilans epidemilogi sangat penting dilakukan untuk tindakan kewaspadaan dini dan penanggulangan, termasuk pengamatan kasus DBD. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pelaksanaan pengamatan kasus DBD di Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban dari komponen input, process, dan output. Desain penelitian bersifat deskriptif, berdasarkan tujuannya merupakan penelitian evaluasi dengan membandingkan sesuai petunjuk teknis pengamatan penyakit DBD. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive. Hasil penelitian evaluasi menunjukkan variabel yang telah sesuai standar meliputi sumber data, jenis data, form pencatatan dan pelaporan, kelengkapan laporan mingguan, SOP, sumber dana, pengumpulan data, kompilasi, pengolahan dan analisis, diseminasi informasi, penentuan wilayah rawan, grafik pola maksimal minimal, penentuan musim penularan, dan kecenderungan situasi DBD. Variabel kelengkapan laporan bulanan, ketepatan waktu laporan mingguan dan bulanan, kecukupan anggaran, interpretasi data, pemantauan mingguan DBD, laporan bulanan program P2 DBD belum sesuai standar. Permasalahan pada pengamatan penyakit DBD disebabkan kurangnya pelatihan teknis pengamatan penyakit DBD untuk petugas puskesmas sehingga kemampuan petugas dalam mengolah, menganalisis, dan menginterpretasi data masih rendah, mempengaruhi kualitas data dan konsistensi data yang diterima dinas kesehatan kabupaten. Pelatihan teknis dalam bentuk refreshing pengetahuan tentang pengamatan penyakit DBD secara rutin dan pelaporan baku melalui SMS dapat memperbaiki kualitas dan konsistensi data penyakit DBD.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK FKM 31 / 11 Hen e
Uncontrolled Keywords: DENGUE
Subjects: Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA643-645 Disease (Communicable and noninfectious) and public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
HENRIESCA SANDRA AYU P.P., 100710154UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorArief Hargono, drg . , M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Sheli Erlangga Putri
Date Deposited: 13 Oct 2011 12:00
Last Modified: 26 Oct 2016 17:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23584
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item