DAYA TERIMA, NILAI KANDUNGAN GIZI, DAN NILAI EKONOMI BISKUIT MORIN (Moringa oleifera) SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN TAMBAHAN BAGI ANAK SEKOLAH

YUNI RAMAWATI, 100710196 (2011) DAYA TERIMA, NILAI KANDUNGAN GIZI, DAN NILAI EKONOMI BISKUIT MORIN (Moringa oleifera) SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN TAMBAHAN BAGI ANAK SEKOLAH. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
5.pdf

Download (586kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-ramawatiyu-16917-kkfkm3-d.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Anak usia sekolah dasar (SD) merupakan golongan penduduk yang berada pada masa pertumbuhan yang cepat dan aktif secara fisik, sehingga membutuhkan lebih banyak energi. Berdasarkan Riskesdas tahun 2010, prevalensi anak kurus usia 6-12 tahun di Propinsi Jawa Timur (12,8%) termasuk berada diatas prevalensi nasional (12,2%). Selain masalah kurus, anemia gizi, terutama zat besi juga banyak terjadi pada anak usia sekolah. Salah satu upaya yang dipilih menanggulangi masalah tersebut adalah Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) khususnya peningkatan zat gizi biskuit dengan dried Moringa leaves powder (DMLP) Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbedaan daya terima, nilai gizi (karbohidrat, protein, lemak, zat besi, β-karoten), dan nilai ekonomi pada biskuit Morin,biskuit dengan komposisi penambahan dried Moringa leaves powder yang berbeda sebagai alternatif makanan tambahan bagi anak sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dan semu dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dilakukan dengan studi pendahuluan pengembangan formulasi biskuit dan uji nilai kandungan gizi di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian eksperimental semu dilakukan studi lanjutan dengan uji daya terima terhadap panelis tidak terlatih yaitu pada 54 anak SD kelas 5 SDN Mulyorejo I / 237 Surabaya melalui uji organoleptik yang meliputi uji kesukaan terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa formula biskuit Morin. Formula berbeda dengan penambahan persentase DMLP:F0 (tanpa penambahan), F1 (5%DMLP), F2 (10% DMLP) dan F3 (15% DMLP) Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan (α = 0,05) terhadap daya terima dan nilai gizi tiap porsi biskuit yang digunakan sebagai PMT-AS dari berbagai formulasi biskuit dengan Peningkatan nilai kandungan gizi (p=0,003 untuk karbohidrat dan p=0,000 untuk kandungan gizi yang lainnya), tetapi menurunkan daya terima biskuit (p=0,000). Unit Cost biskuit tiap porsi berkisar antara Rp 1.694, - hingga Rp 1.865,- dan biaya tersebut masih memenuhi unit cost PMT-AS yaitu Rp 2.250,- untuk kawasan Indonesia Barat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan 10% dried Moringa leaves powder pada formulasi biskuit dapat diterima sebagai PMT- AS dan kandungan zat besi dalam tiap porsi biskuit Morin cukup tinggi. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan pemanfaatan potensi daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan tambahan pada biskuit untuk program penyediaan makanan tambahan bagi anak sekolah (PMT-AS).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK FKM 36 / 11 Ram d
Uncontrolled Keywords: MORINGA OLEIFERA; FEEDING PROGRAM
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA601-602 Food and food supply in relation to public health
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
YUNI RAMAWATI, 100710196UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorTrias Mahmudiono, S.KM, M.PH (Nutrition)UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Sheli Erlangga Putri
Date Deposited: 13 Oct 2011 12:00
Last Modified: 03 Jul 2017 16:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23589
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item