IDENTIFIKASI LAYANAN ALAT JARUM SUNTIK STERIL (LJSS) BERDASARKAN PERILAKU PENGGUNA NAPZA SUNTIK (PENASUN) DALAM MENANGGULANGI HIV&AIDS DI YAYASAN BINA HATI SURABAYA

MELATI BR GULTOM, 100911389 (2011) IDENTIFIKASI LAYANAN ALAT JARUM SUNTIK STERIL (LJSS) BERDASARKAN PERILAKU PENGGUNA NAPZA SUNTIK (PENASUN) DALAM MENANGGULANGI HIV&AIDS DI YAYASAN BINA HATI SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
8.pdf

Download (161kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-gultommela-16957-kkfkm3-i.pdf
Restricted to Registered users only

Download (855kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodificiency Virus) yang mengancam kesehatan masyarakat didunia. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur, jumlah kasus HIV dan AIDS di kota Surabaya menduduki peringkat pertama, sebanyak 705 kasus. IDU (Injecting Drug User) merupakan penyumbang terbesar kedua setelah heteroseksual yaitu berjumlah 133 kasus pada tahun 2010. Untuk menanggulangi infeksi serta akibat yang ditimbulkan oleh HIV, pemerintah dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) menjalankan program pengurangan dampak buruk narkoba suntik (Harm Reduction), salah satunya melalui Layanan Alat Jarum Suntik Steril (LJSS) yang dijalankan oleh Yayasan Bina Hati Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi dan mempelajari Layanan Alat Jarum Suntik Steril (LJSS) berdasarkan perilaku pengguna Napza suntik (Penasun). Penelitian ini bersifat deskriptif. Diberikan kuesioner kepada 30 Penasun yang masih aktif menggunakan layanan. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi karakteristik Penasun, identifikasi pemakaian Napza suntik, identifikasi pemanfaatan layanan dan perilaku Penasun meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan. Selama mengikuti program, mayoritas penyuntikan narkoba dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari dengan tidak berbagi alat suntik. Namun semua Penasun tetap berisiko terinfeksi HIV, oleh karena 96,7% Penasun, sebelumnya pernah berbagi alat suntik dengan Penasun lain serta sebagian Penasun masih berperilaku seksual yang tidak aman. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah mayoritas hasil pembelajaran terhadap Layanan Alat Jarum Suntik Steril (LJSS) berdasarkan perilaku, meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan penasun termasuk dalam kategori cukup. Mayoritas Penasun telah mengetahui HIV dan AIDS serta program Layanan Alat Jarum Suntik Steril (LJSS). Penasun juga tidak lagi berbagi alat suntik dengan Penasun lain tetapi masih terdapat sebagian Penasun lain yang berbagi alat suntik oleh karena keterbatasan ekonomi dan ketergantungan terhadap narkoba suntik yang belum dapat dikurangi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK FKM 39 / 11 Gul i
Uncontrolled Keywords: HIV ( VIRUSES); AIDS (DISEASES)
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA16-20 Special Teaching Methods and Aids
S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF910 Other diseases and conditions
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture > SH151-179 Fish culture > SH171-179 Diseases and adverse factors
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
MELATI BR GULTOM, 100911389UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPrijono Satyabakti,, dr., M.S., M.PHUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Sheli Erlangga Putri
Date Deposited: 13 Oct 2011 12:00
Last Modified: 26 Oct 2016 18:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23592
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item