HUBUNGAN TINGKAT KEPARAHAN ASMA DENGAN DERAJAT KECEMASAN PADA PENDERITA ASMA DI POLI PARU RSU. HAJI SURABAYA

Adi Santoso, 100531850 (2007) HUBUNGAN TINGKAT KEPARAHAN ASMA DENGAN DERAJAT KECEMASAN PADA PENDERITA ASMA DI POLI PARU RSU. HAJI SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-santosoadi-7631-fkm990-k.pdf

Download (388kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-santosoadi-7493-fkm990-r.pdf
Restricted to Registered users only

Download (643kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Asma bronkhial merupakan penyakit paru kronis yang menimbulkan hiperaktivitas bronkus terhadap bermacam- macam rangsangan yang dapat menyebabkan penyempitan saluran pernafasan, kondisi sesak dapat menimbulkan kecemasan karena penderita merasa adanya ancaman kematian. Serangan asma yang disertai dengan kecemasan dapat menimbulkan adanya perubahan secara fisik maupun psikologis yang akhirnya mengaktifkan syaraf otonom dimana detak jantung menjadi bertambah, tekanan darah naik, frekwensi nafas bertambah dan secara umum mengurangi tingkat energi pada penderita. Tujuan umum dari penelitian adalah menganalisis hubungan antara tingkat keparahan asma dengan derajat kecemasan pada penderita asma. Sedangkan tujuan khususnya mempelajari karakteristik penderita asma, mempelajari hubungan tingkat keparahan asma dengan derajat kecemasan serta mempelajari keterkaitan antara tingkat keparahan asma dengan derajat kecemasan berdasarkan karakteristik penderita di poli paru RSU. Haji Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan uji korelasi Spearman dan desain penelitian Cross sectional. Cara pengambilan sampel dengan Consecutive sampling, besar sampel sebanyak 80 responden. Lokasi penelitian di RSU. Haji Surabaya dan waktu penelitian bulan oktober 2006 sampai juni 2007. Hasil penelitian di dapatkan bahwa sebagian besar responden berumur antara 41- 60 tahun sebanyak 40%, jenis kelamin perempuan sebanyak 58,8%, pendidikan SMP sebanyak 48,8%, dengan pekerjaan swasta sebanyak 65,0%, status kawin sebanyak 53,8%. Ada hubungan antara tingkat keparahan asma dengan derajat kecemasan (p = 0,0001). Untuk mengurangi kekambuhan hindari faktor pencetus seperti faktor psikologis, alergen, aktivitas yang terlalu berat dan lingkungan kerja, serta selalu sedia obat asma baik tablet atau inhaler. Untuk mengurangi tingkat keparahan maka usahakan kondisi psikologis tidak cemas, karena asma yang di sertai cemas akan meningkatkan tingkat keparahan asma.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 99/07 San h
Uncontrolled Keywords: ASTHMA; ASTHMATICS
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
Adi Santoso, 100531850UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorFariani Syahrul, S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 01 Sep 2008 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 19:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23619
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item