HUBUNGAN KESADAHAN AIR MINUM DAN POLA KONSUMSI DENGAN KADAR KALSIUM URIN : Studi Di Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik

Amelia Yohandita, 100710161 (2011) HUBUNGAN KESADAHAN AIR MINUM DAN POLA KONSUMSI DENGAN KADAR KALSIUM URIN : Studi Di Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (592kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Mayoritas penduduk Desa Ngabetan mengkonsumsi air tanah sebagai sumber air minum. Mengkonsumsi air dengan tingkat kesadahan tinggi dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Salah satunya adalah penyakit Batu Saluran Kemih (BSK). Pola konsumsi seperti lama, volume, dan frekuensi konsumsi air dengan kesadahan tinggi juga merupakan faktor yang mempengaruhi terjadinya BSK.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kesadahan air minum dan pola konsumsi dengan kadar kalsium urin di Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain Cross Sectional. Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test, uji korelasi Pearson dan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Responden sebanyak 77 dipilih dari populasi yaitu penduduk Desa Ngabetan yang mengkonsumsi air sumur sebagai sumber air minum dan berusia lebih dari sama dengan 30 tahun dengan menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 30-44 tahun (46,80%), di mana jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (57,14%). Sedangkan mayoritas pekerjaan responden adalah buruh (28,42%). Lama konsumsi responden terbanyak adalah 30-59 tahun (58,44%), volume konsumsi mayoritas adalah ≤ 1 gelas (55,84%) dan frekuensi konsumsi adalah ≤ 8 kali sehari (48,05%). Mayoritas kesadahan air minum responden (93,50%) memenuhi syarat. Mayoritas responden (79,22%) memiliki kadar kalsium normal. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kesdahan air minum (p=0,058), frekuensi konsumsi (p=0,143), dan volume konsumsi (p=0,376) dengan kadar kalsium urin. Sebaliknya terdapat hubungan yang signifikan antara lama konsumsi dengan kadar kalsium urin (p=0,033). Sebagai saran, pengolahan air yang benar dengan pemanasan air hingga mendidih dan pengendapan selama 24 jam serta penyaringan sebelum dikonsumsi bisa menurunkan kesadahan air dan secara tidak langsung dapat menurunkan resiko BSK.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 291/11 Yoh h
Uncontrolled Keywords: DRINKING WATER; FOOD � CALCIUM CONTENT
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Amelia Yohandita, 100710161UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorCorie Indria P., S.KM., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email okta@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 05 Mar 2012 12:00
Last Modified: 20 Sep 2016 04:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23632
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item