PERBEDAAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN RINGAN SAAT MENONTON TV PADA ANAK PRA-SEKOLAH DENGAN STATUS GIZI LEBIH DAN GIZI NORMAL (Studi di TK Katolik Don Bosco Surabaya)

Paramita Felisia Novitasari, 100810067 (2012) PERBEDAAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN RINGAN SAAT MENONTON TV PADA ANAK PRA-SEKOLAH DENGAN STATUS GIZI LEBIH DAN GIZI NORMAL (Studi di TK Katolik Don Bosco Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (103kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
paramita.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya gizi lebih pada anak yaitu konsumsi makanan melebihi kecukupan energi. Konsumsi makanan ringan ikut berkontribusi dalam peningkatan terjadinya gizi lebih. Konsumsi makanan ringan banyak dikaitkan dengan kebiasaan menonton televisi. Penelitian ini dilakukan di TKK Don Bosco karena hasil studi pendahuluan menunjukkan 22,33% siswanya mengalami gizi lebih yang termasuk tinggi dibandingkan nilai normatif (<5%). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbedaan kebiasaan konsumsi makanan ringan saat menonton TV pada anak pra-sekolah dengan status gizi lebih dan gizi normal. Penelitian ini observasional dengan rancangan cross sectional. Besar sampel 68 siswa pra-sekolah yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok siswa yang mengalami gizi lebih dan kelompok siswa yang mengalami gizi normal. Subyek dipilih dengan simple random sampling. Variabel terikat adalah status gizi. Variabel bebas adalah karakteristik anak dan orang tua, lama kebiasaan aktifitas fisik, kebiasaan konsumsi makanan ringan saat menonton TV, pola konsumsi makanan ringan, pola konsumsi pangan, asupan zat gizi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner, food record, food frequency questioner, health smic dan high scale. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat kebiasaan konsumsi makanan ringan saat menonton TV, tidak terdapat perbedaan lama kebiasaan aktifitas fisik, kebiasaan menonton TV, asupan zat gizi antara kelompok status gizi lebih dan status gizi normal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kebiasaan konsumsi makanan ringan saat menonton TV pada anak pra-sekolah dengan status gizi lebih dan gizi normal karena lama waktu menonton TV yang sebentar, jumlah dan ukuran makanan ringan yang kecil sehingga tidak berakibat dalam penambahan zat gizi makro pada anak. Untuk penelitian selanjutnya disarankan meneliti faktor genetik, sosial dan lingkungan untuk memahami gizi lebih pada anak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 50 - 12 Par p
Uncontrolled Keywords: snack, TV viewing, over nutritional, pre-school children
Subjects: T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Paramita Felisia Novitasari, 100810067UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorBambang W, Prof. R. dr., M.S.,M.CN., Ph.D,Sp.GK.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 23 Nov 2012 12:00
Last Modified: 21 Sep 2016 02:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23677
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item