INDUSTRI MINYAK DI SURABAYA Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) 1911-1942

MOCH NUR WAHYUDI, 121114068 (2015) INDUSTRI MINYAK DI SURABAYA Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) 1911-1942. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN DEPAN)
FS. Sej. 04-16 Wah i - HALAMAN DEPAN.pdf

Download (421kB)
[img] Text (BAB I)
14. BAB I PENDAHULUAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (419kB) | Request a copy
[img] Text (BAB II)
15. BAB II INDUSTRI MINYAK DI HINDIA BELANDA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (505kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
16. BAB III PERKEMBANGAN INDUSTRI MINYAK DI SURABAYA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
17. BAB IV KESIMPULAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (299kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
18. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (347kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
19.LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Skripsi ini membahas industri minyak Surabaya : Baatafsche Petroleum Maatshappij (BPM) antara tahun 1911 hingga tahun 1942. Skripsi ini meneliti bagaimana latar belakang industri minyak di Hindia Belanda khususnya wilayah Surabaya, perkembangan industri minyak BPM di Surabaya, produksi dan distribusi minyak. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode sejarah yang terdiri dari pengumpulan data (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data-data yang banyak digunakan dalam penelitian ini arsip-arsip laporan BPM yang memaparkan produksi minyak di ladang-ladang minyak Hindia Belanda, arsip-arsip pemerintah kolonial dan arsip statistik yang juga dikeluarkan oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda. arsip tersebut diperoleh dari Badan Arsip dan Perpustakaan Jawa Timur dan berbagai literatur dari perpustakaan Medayu dan UNAIR yang dipergunakan dalam penulisan ini. Penelitian ini menemukan fakta bahwa DPM merupakan pelopor kilang minyak pertama di Jawa termasuk Hindia Belanda. eksploitasi dan eksplorasi minyak DPM membuat banyak perusahaan minyak untuk melakukan hal serupa dan menanamkan investasi industri minyak di Hindia Belanda. Pada awal abad XX muncul perusahaan minyak besar yaitu Royal Dutch Shell di Hindia Belanda. Melalui anak perusahaan Shell yaitu BPM, perusahaan ini berusaha untuk memonopoli pasar minyak di Hindia Belanda. pada tahun 1911 BPM mengakuisisi dan menguasai ladang minyak milik DPM di Jawa seperti kilang minyak Wonokromo. BPM kemudian melakukan berbagai pembenahan dan meningkatkan teknologi pengilangan minyak di Wonokromo untuk meningkatkan produksi minyak. Produksi kilang minyak Wonokromo di konsumsi untuk kebutuhan dalam negeri maupun keperluan ekspor. BPM memiliki beberapa kilang minyak di Jawa selain di Wonokromo. Pada tahun 1942, Jepang menduduki wilayah Hindia Belanda dan mengincar sumber daya alam seperti minyak untuk keberlanjutan perang pasifik. Jepang akhirnya menguasai kilang minyak Wonokromo namun dalam kondisi kilang minyak yang sudah dibumi hanguskan oleh pasukan dan karyawan BPM di Surabaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS. Sej. 04/16 Wah i
Uncontrolled Keywords: BPM, Industri, Wonokromo
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD8039 By industry or trade
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Creators:
CreatorsEmail
MOCH NUR WAHYUDI, 121114068UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEdy Budi Santoso, S.S., M. AUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 07 Apr 2016 02:25
Last Modified: 03 Jul 2017 21:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23749
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item