PENGARUH FAKTOR SOSIAL, EKONOMI, BUDAYA TERHADAP USIA KAWIN PERTAMA MUDA PEREMPUAN WILAYAH URBAN DAN RURAL DI KABUPATEN TUBAN

MARIYATUL QIBTIYAH, 101011032 (2014) PENGARUH FAKTOR SOSIAL, EKONOMI, BUDAYA TERHADAP USIA KAWIN PERTAMA MUDA PEREMPUAN WILAYAH URBAN DAN RURAL DI KABUPATEN TUBAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-qibtiyahma-33509-7.abstr-k.pdf

Download (663kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
MARIYATUL QIBTIYAH.pdf
Restricted to Registered users only until July 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perkawinan usia muda masih banyak terjadi di Indonesia baik di perkotaan maupun perdesaan dengan berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya yang berbeda. Persentase pernikahan usia muda di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu peringkat 37 di dunia dan tertinggi kedua di Asia Tenggara. Usia kawin pertama muda dapat mengakibatkan efek negatif bagi pendidikan, sosial ekonomi, kependudukan, psikologi, dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor sosial, ekonomi, budaya terhadap usia kawin pertama muda perempuan wilayah urban dan rural di kabupaten Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 62 orang wanita yang menikah di usia kurang dari 21 tahun pada tahun 2013 di kecamatan Tuban dan kecamatan Grabagan kabupaten Tuban. Subjek ditarik dari populasi dengan cara cluster random sampling. Variabel bebas penelitian adalah tempat tinggal, sumber informasi, informasi pendewasaan usia perkawinan, pendidikan, pendidikan orang tua, pekerjaan, penghasilan, persepsi pacaran, pengalaman pacaran, persepsi tentang “perawan tua”, persepsi orang tua tentang “perawan tua”, dan keinginan keturunan. Analisis hubungan dengan Fisher’s exact test dan Ci-Square test menunjukkan bahwa tempat tinggal, pendidikan, dan pendidikan orang tua memiliki hubungan bermakna dengan usia kawin pertama muda (p<0,05). Hasil analisis pengaruh dengan regresi logistik berganda (multiple logistic regression), dengan tingkat kepercayaan α= 0,05 menunjukkan bahwa nilai signifikansi tempat tinggal p= 0,008 (p<0,05) dan pendidikan p=0,037 (p<0,05). Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa terdapat pengaruh faktor sosial yang meliputi tempat tinggal dan pendidikan terhadap usia kawin pertama muda perempuan di wilayah urban dan rural kabupaten Tuban, sedangkan faktor ekonomi dan budaya tidak ada yang berpengaruh terhadap usia kawin pertama muda perempuan wilayah urban dan rural di kabupaten Tuban.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK. FKM. 127-14 Qib p
Uncontrolled Keywords: MARRIED WOMEN
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV697-3024 Special classes > HV1442-1448 Women
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MARIYATUL QIBTIYAH, 101011032UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorKuntoro, Prof., dr., M.PH, Dr.PH.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 17 Oct 2014 12:00
Last Modified: 04 Jul 2017 16:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23812
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item