HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PERSONAL, PEKERJAAN DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA SUBYEKTIF (Studi di bagian assembly GLS (General Lighting Service) PT. Philips Indonesia)

FENTY CITRA ARDIANITA, 101011245 (2014) HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PERSONAL, PEKERJAAN DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA SUBYEKTIF (Studi di bagian assembly GLS (General Lighting Service) PT. Philips Indonesia). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-ardianitaf-33522-7.abstr-t.pdf

Download (551kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FENTY CITRA ARDIANITA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kelelahan merupakan faktor penting yang mempengaruhi produktivitas, efisiensi, dan efektivitas kerja serta dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan dan keselamatan kerja. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara faktor personal, pekerjaan dan lingkungan kerja dengan kelelahan kerja subyektif pada tenaga kerja. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 49 orang, dengan simple random sampling didapat sampel sebanyak 44 orang. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengidentifikasi faktor personal (usia, jenis kelamin, masa kerja, status gizi, lama kerja, lama waktu istirahat, dan lama waktu tidur), pekerjaan (beban kerja dan keadaan monoton), dan lingkungan kerja (kebisingan dan iklim kerja). Kebisingan diukur menggunakan Sound Level Meter. Iklim kerja diukur menggunakan Digital Questemp 36. Data dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Correlation dan Chi Square Test. Hasil penelitian menunjukkan faktor personal yang memiliki hubungan dengan kelelahan subyektif yaitu status gizi, sedangkan faktor yang lain tidak berhubungan. Faktor pekerjaan tidak ada yang memiliki hubungan dengan kelelahan subyektif. Faktor lingkungan kerja yang memiliki hubungan dengan kelelahan subyektif yaitu persepsi terganggu tidaknya terhadap kebisingan dan iklim kerja panas (p<0,05). Intensitas kebisingan dan iklim kerja di bagian assembly GLS melebihi NAB yang diperkenankan. Disimpulkan sebagian besar tenaga kerja berusia >30 tahun, berjenis kelamin laki-laki, masa kerja >10 tahun, status gizi normal, lama kerja 8 jam/hari, lama waktu istirahat 30 menit/hari, lama waktu tidur <8 jam, memiliki persepsi bahwa pekerjaannya tidak monoton, beban kerja ringan, dan merasa terganggu dengan kebisingan dan iklim kerja panas. Disarankan agar menyediakan ruang istirahat yang nyaman dan bersuhu ± 25oC, melakukan pengawasan terhadap penggunaan Alat Pelindung Telinga (APT), melakukan sosialisasi pentingnya memakai APT saat bekerja, memberikan peredam suara pada mesin untuk mengurangi kebisingan, dan melakukan job rotation.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK. FKM. 103-14 Ard h
Uncontrolled Keywords: SUBJECTIVE FATIGUE
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
FENTY CITRA ARDIANITA, 101011245UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorErwin Dyah Nawawinetu, dr., M. KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 17 Oct 2014 12:00
Last Modified: 23 Sep 2016 02:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23825
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item