KADAR DEBU TOTAL PABRIK KAYU DAN HUBUNGANNYA DENGAN KELUHAN PERNAFASAN PADA PEKERJA UNIT Y DI PERUSAHAAN X, KABUPATEN LUMAJANG

ANINDYA MAR’ATUS SHOLIKHAH, 101011168 (2014) KADAR DEBU TOTAL PABRIK KAYU DAN HUBUNGANNYA DENGAN KELUHAN PERNAFASAN PADA PEKERJA UNIT Y DI PERUSAHAAN X, KABUPATEN LUMAJANG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-sholikhaha-33524-7.abstr-k.pdf

Download (742kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
ANINDYA MAR’ATUS SHOLIKHAH.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pertumbuhan industri kayu mengalami peningkatan yang sangat pesat sejak beberapa tahun terakhir. Peningkatan ini tidak lepas dari tingginya konsumsi hasil hutan yang digunakan oleh banyak industri kayu, seperti industri plywood, veneer, sawmill, furrnitur, dan pulp yang banyak menghasilkan debu kayu. IARC menggolongkan debu kayu ke dalam zat karsinogenik golongan 1, sebab debu ini dapat menimbulkan keluhan kesehatan dan berbagai penyakit pada saluran pernafasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar debu total dengan keluhan pernafasan yang dialami oleh pekerja. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penarikan sampel menggunakan metode simple random sampling. Kuesioner mengenai karakteristik pekerja dan keluhan pernafasan disebar kepada 73 responden di unit Y yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sedangkan kadar debu total diukur pada tiga titik di dalam unit Y menggunakan Haz Dust EPAM 5000. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan CI 95% dan α=0,05. Hasil pengukuran nilai maksimal kadar debu total di titik 1, 2, dan 3 secara berurutan adalah sebesar 7,191 mg/m3, 14,649 mg/m3, dan 0,913 mg/m3. Pengujian hubungan menggunakan tabel 2x2 menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara penggunaan masker (p=0,014), kebiasaan merokok (0=0,015), dan kadar debu total dengan keluhan pernafasan (p=0,004). Kesimpulan yang dapat ditarik adalah penggunaan masker, kebiasaan merokok, dan kadar debu di unit Y berhubungan dengan timbulnya keluhan pernafasan pada pekerja. Perusahaan X disarankan untuk melakukan tindakan pengendalian terhadap kadar debu terutama di titik yang memiliki kadar debu tinggi dan meningkatkan penggunaan APD kepada pekerja. Penelitian lebih lanjut terkait kadar debu kayu di Perusahaan X juga dapat dilakukan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK. FKM. 102-14 Sho k
Uncontrolled Keywords: RESPIRATORY SYMPTOMS
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
ANINDYA MAR’ATUS SHOLIKHAH, 101011168UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSudarmaji, S.KM., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 17 Oct 2014 12:00
Last Modified: 04 Jul 2017 20:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23826
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item