FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSI REMAJA PEREMPUAN DALAM MENERAPKAN PROGRAM PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN (Studi di Sekolah Menegah Atas Swasta Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep Tahun 2015)

RINA HEFYANA, 101111155 (2015) FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSI REMAJA PEREMPUAN DALAM MENERAPKAN PROGRAM PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN (Studi di Sekolah Menegah Atas Swasta Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep Tahun 2015). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (695kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia dari tahun ke tahun merupakan masalah yang dikhawatirkan akan menjadi masalah besar nantinya bagi pembangunan jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya perencanaan dalam membentuk sebuah keluarga yang berkaitan erat dengan kejadian perkawinan usia muda. Oleh karena itu, Pemerintah melalui BKKBN mencanangkan program Pendewasaan Usia perkawinan guna memberikan pengertian dan kesadaran, terutama pada remaja, agar mempertimbangkan berbagai aspek dalam merencanakan suatu keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap intensi remaja perempuan dalam menerapkan program Pendewasaan Usia Perkawinan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah 351 remaja perempuan di sekolah menengah atas swasta Kecamatan Pragaaan Kabupaten Sumenep. Sampel diambil menggunakan simple random sampling dan didapatkan 80 remaja perempuan. Variabel bebas penelitian ini adalah sikap mengenai program Pendewasaan Usia Perkawinan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya, kebudayaan kawin usia muda dalam keluarga, perolehan informasi, dan motivasi untuk melanjutkan sekolah. Analisis statistik menggunakan Chi Square dan regresi logistik berganda dengan tingkat signifikansi α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap mengenai program Pendewasaan Usia Perkawinan (p value = 0,000 <α = 0,05) dan dukungan orang tua (p value = 0,041 <α = 0,05) terbukti signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sikap positif ditambah adanya dukungan orang tua akan menentukan intensi remaja perempuan dalam menerapkan program Pendewasaan Usia Perkawinan. Oleh karena itu, program Pendewasaan Usia Perkawinan perlu disosialisasikan juga pada orang tua sehingga orang tua dapat melakukan update informasi sebagai bekal untuk menanamkan pendidikan kesehatan reproduksi kepada anak-anaknya. Translation: Increasing the number of people in Indonesia from year to year is a problem that is feared to be a major problem for the future development if it is not handled properly. One of the reason is the lack of planning in the form a family that is closely related to early marriage. Therefore, the Government through the BKKBN launched a Maturation Age of Marriage program in order to provide understanding and awareness, especially in adolescents, in order to consider aspects of planning a family. This study aims to analyze factors that influence adolescent girls intention in implementing Maturation Age of Marriage program. This study was an observational analytic study with cross sectional design. The population was 351 adolescent girls in private secondary schools Pragaan District of Sumenep. Samples were taken using simple random sampling and obtained 80 adolescent girls. The independent variable of this study is attitude toward Maturation Age of Marriage program, parent support, peer support, early marriage culture in the family, acquisition of information, and motivation to continue school. Statistical analysis using Chi Square and multiple logistic regression with significance level α = 5%. The results showed that attitude toward Maturation Age of Marriage program (p value = 0,000 <α = 0.05) and parent support (p value = 0.041 <α = 0.05) are significant. The conclusion is a positive attitude plus parent support will determine adolescent girls intention in implementing Maturation Age of Marriage program. Therefore, Maturation Age of Marriage program also needs to be disseminated to parents so they can update the information as a basis for instilling reproductive health education to their children.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 83-15 Hef f
Uncontrolled Keywords: MATURATION AGE
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RINA HEFYANA, 101111155UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorKuntoro, Prof. , dr., M.PH., Dr.PH.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email nafisa@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 07 Sep 2015 12:00
Last Modified: 05 Jul 2017 19:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23901
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item