HUBUNGAN FAKTOR ACTIVATOR DAN CONSEQUENCE DENGAN PERILAKU KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG TELINGA (Studi di Unit Pemeliharaan PLTD Ampenan PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Lombok)

AHMAD CANDRA, 101111193 (2015) HUBUNGAN FAKTOR ACTIVATOR DAN CONSEQUENCE DENGAN PERILAKU KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG TELINGA (Studi di Unit Pemeliharaan PLTD Ampenan PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Lombok). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-candraahma-38276-6.abstr-t.pdf

Download (625kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2015-candraahma-38276-FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perilaku aman tenaga kerja adalah salah satu wujud terbentuknya budaya K3 di perusahaan. Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mewajibkan seluruh perusahaan untuk berbudaya K3 mulai tahun 2015 ini. Budaya K3 di perusahaan dapat mencegah timbulnya penyakit akibat kerja, salah satunya adalah ketulian yang disebabkan oleh kebisingan. Perilaku aman yang menjadi upaya pencegahan ketulian adalah kepatuhan penggunaan APT. Pembentukan perilaku patuh menggunakan APT dapat dilakukan dengan menggunakan metode Activator-Behaviour-Consequence (ABC). Terbentuknya perilaku patuh menggunakan APT ditentukan oleh activator (pengetahuan, pelatihan, dan pengawasan) dan consequence (positive reinforcement, negative reinforcement, dan hukuman). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara faktor activator dan consequence dengan perilaku kepatuhan penggunaan APT. Studi penelitian ini menggunakan teknik observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan terpilih sebanyak 18 pekerja dari 22 pekerja unit pemeliharaan PLTD Ampenan PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Lombok. Data dihimpun melalui kuesioner, wawancara, dan observasi perilaku pekerja. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif menggunakan fisher exact test dan pearson chi-square untuk mendapatkan hubungan antar variabel. Besar keterkaitan hubungan ditentukan melalui nilai koefisien phi dan koefisien kontingensi. Hasil penelitian ini menunjukkan 72,2% pekerja unit pemeliharaan PLTD Ampenan memiliki perilaku patuh menggunakan APT. Hasil uji statistik menunjukkan pengetahuan, pelatihan, pengawasan, dan positive reinforcement memiliki hubungan signifikan dengan perilaku patuh menggunakan APT. Negative reinforcement dan hukuman tidak memiliki hubungan signifikan dengan perilaku patuh menggunakan APT. Saran yang dapat diberikan bagi perusahaan adalah mengadakan metode pengawasan yang lebih efektif. Selain itu, perusahaan wajib melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mencegah timbulnya ketulian

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM. 106-15 Can h
Uncontrolled Keywords: SAFE BEHAVIOUR
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
AHMAD CANDRA, 101111193UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorErwin Dyah Nawawinetu, dr.,M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 11 Sep 2015 12:00
Last Modified: 05 Jul 2017 23:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23924
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item