PENGARUH PEMAKAIAN IUD TERHADAP TERJADINYA CA SERVIKS DI YAYASAN KANKER WISNUWARDHANA SURABAYA

SHINTA DEWIYANTI, 100431535 (2006) PENGARUH PEMAKAIAN IUD TERHADAP TERJADINYA CA SERVIKS DI YAYASAN KANKER WISNUWARDHANA SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK1.pdf

Download (321kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-dewiyantis-2527-fkm162_-6.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ca serviks adalah suatu penyakit keganasan yang berasal dari sel epitel serviks. Permulaan pertumbuhan penyakit ini dimulai dari perbatasan antara epitel ektoserviks dengan epitel endoserviks, yang juga disebut Daerah Transformasi, dan yang kemudian menjalar ke arah endoserviks. Faktor risiko terjadinya ca serviks antara lain : aktivitas seksual > 20 tahun dan pasangan seksual < 1 orang, riwayat ca serviks pada ibu / saudara, daya tahan tubuh rendah, penyakit menular seksual, keadaan ekonomi dan pendidikan rendah, mempunyai anak banyak, pasangan pria tidak sirkumsisi, higiene yang kurang. Melihat efek samping dari pemakaian IUD sama seperti gejala umum pada ca serviks, maka penelitian ini dibatasi pada pengaruh IUD terhadap terjadinya ca serviks. Rancang bangun penelitian ini adalah case control. Sampel kasus adalah penderita ca serviks sebesar 25 orang dan sampel kontrol adalah bukan penderita ca serviks sebesar 25 orang. Sampel diambil secara total sampel. Variabel bebasnya karakteristik responden ( umur, Tingkat pendidikan, jumlah anak, umur pertama kali menikah ). Pemakaian dan lama pemakaian IUD dan variabel terikatnya adalah ca serviks. Analisis data yang digunakan adalah odds ratio atau OR pada a=0,05 untuk mengetahui risiko karakteristik responden terhadap terjadinya ca serviks dan regresi logistik pada a = 0,05 untuk mengetahi pengaruh pemakaian IUD terhadap terjadinya ca serviks. Didapatkan tingkat pendidikan (OR = 3,775 ; 95% CI = 1,170 — 12,194), umur pertama kali menikah (OR = 11,156 ; 95% CI = 2,864 — 43,464), pemakaian IUD < 5 tahun ( P = 0,013, d 2 ) merupakan faktor risiko terjadinya ca serviks. Sedangkan umur ( OR = 0,259 ; 95% CI = 0,079 — 0,847), jumlah anak ( OR = 0,176 ; 95% CI = 0,047 — 0,662 ) bukan merupakan faktor risiko terjadinya ca serviks. Meningkatkan kewaspadaan diri terhadap ca serviks perlu dilakukan dengan cara memilih alat kontrasepsi yang tepat dan aman.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 162 /06 Dew p
Uncontrolled Keywords: INTRAUTERINE CONTRACEPTIVES; CERVIX UTERI-CANCER
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer)
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG133-137.6 Conception. Artificial insemination. Contraception
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
SHINTA DEWIYANTI, 100431535UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPrijono Satyabakti, dr., M.S., M.PHUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 11 Oct 2006 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 22:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23962
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item