STUDI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA ANAK JALANAN USIA 6-9 TAHUN (Studi Kasus di Rumah Singgah Alang-Alang Surabaya)

ASTRI DIAH ANGGRAENI, 100211011 (2006) STUDI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA ANAK JALANAN USIA 6-9 TAHUN (Studi Kasus di Rumah Singgah Alang-Alang Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK1.pdf

Download (365kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-anggraenia-2529-fkm164_-6.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Salah satu masalah anak jalanan adalah keadaan kurang gizi karena pola makan yang tidak teratur dan konsumsi pangan yang kurang dari jumlah yang dibutuhkan. Alternatif solusi untuk mengatasi keadaan kurang gizi tersebut adalah dengan pemberian makanan tambahan. Sanggar Alang-Alang sebagai centre based adalah penerima program PMT bagi anak jalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemberian makanan tambahan pada anak jalanan usia 6-9 tahun dirumah singgah Alang-Alang Penelitian inimenurut klasifikasinya adalah penelitian observasional. analitik dengan desain cross sectional, populasi penelitian ini adalah seluruh anak jalanan yang mendapatkan PMT di Sanggar Alang-Alang, Surabaya. Sampel penelitian ini adalah anak jalanan yang telah memenuhi syarat sampel yaitu berusia 6-9 tahun, mampu berkomunikasi dan telah mendapatkan PMT selama 3 bulan. Cara pengambilan sampel dengan Total Sampling sebanyak 24 anak. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar keluarga anak jalanan dengan jumlah anggota keluarga <4 orang (42,8 %). Ayah bekerja di bidang pelayanan jasa dan ibu sebagai ibu rumah tangga (57,1 %). Pengeluaran pangan (66,7%) dan non pangan (90,4%) terkategori rendah. Ibu tidak berpendidikan (42,8%). Anak jalanan sebagian besar sebagai pengamen (41,7%), tingkat pengetahuan gizi baik (65%). Frekuensi makan 3 kali sehari (66,7%) dan susunan makanannya berupa nasi dan lauk, tingkat konsumsi energi (87,5%)dan protein (83,3%) defisit. PMT yang diberikan pada anak jalanan sebagian besar (58,4%) menerima PMT selama 3 bulan dalam bentuk susu dan biskuit yang dikonsumsi 1 hari sekali. Status gizi sebelum dan sesudah PMT tergolong status gizi normal. Tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi energi dan protein dengan status gizi.Tidak ada perbedaan status gizi sebelum PMT dan sesudah PMT Disarankan dari penelitian ini adalah penambahan konsumsi pangan anak jalanan yang defisit dengan memperbaiki mutu PMT yang diberikan dengan memasukkan makanan yang nilai gizinya lebih tinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 164/06 Ang s
Uncontrolled Keywords: CHILDREN � NUTRITIONAL ASPECT ; STREET CHILDREN
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA601-602 Food and food supply in relation to public health
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ASTRI DIAH ANGGRAENI, 100211011UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorAnnis Catur Adi, Ir., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 11 Oct 2006 12:00
Last Modified: 02 Jul 2017 22:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23964
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item