FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PENYAKIT ATRITIS GOUT Di Wilayah Kerja Puskesmas Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya

RAHAYU WIJAYANTI, 100630268 (2008) FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PENYAKIT ATRITIS GOUT Di Wilayah Kerja Puskesmas Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-wijayantir-10033-fkm970-k.pdf

Download (562kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-wijayantir-9504-fkm97_08.pdf
Restricted to Registered users only

Download (471kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit rematik memang bukanlah penyakit yang dikelompokkan dalam penyakit yang dapat mematikan secara langsung. Namun yang pasti, rematik dapat menyebabkan kecacatan (mordibilitas), ketidakmampuan (disabilitas), penurunan kualitas hidup, serta dapat meningkatkan beban ekonomi penderita maupun keluarga. Penyebab pasti terjadinya atritis gout belum bisa dipastikan. Namun, ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Beberapa orang punya kecenderungan mewarisi ketidakmampuan mengeluarkan asam urat dalam darah. Lalu orang yang gemuk cenderung lebih mudah terkena gout. Tak kalah pentingnya adalah pola konsumsi seperti konsumsi makanan tinggi purin, termasuk diantaranya kerang, daging merah, jeroan, jamur, dan saus krim dan gaya hidup yang tidak sehat ikut mempengaruhi ter jadinya atritis gout. Selain itu risiko kematian dini akan timbul disebabkan oleh keadaan terkait seperti tekanan darah tinggi, pengapuran pembuluh darah (atherosklerosis) dan payah ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit artritis gout. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian komparasi dan observasional dengan pengumpulan data secara cross sectional. Komparasi dilakukan pengamatan dan pengapuran variabel utama dan pengganggu. Sampel penelitian ini adalah pasien yang melakukan pemeriksaan atau berkunjung di Puskesmas Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya pada bulan Maret sampai dengan bulan April 2008. Pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling pada pasien yang melakukan pemeriksaan atau berkunjung di Puskesmas Mojo. Data primer diperoleh melalui wawancara, dengan bantuan kuesioner serta data sekunder diambil dari Puskesmas Mojo. Hasil uji statistic dengan menggunakan uji chi square diketahui bahwa dengan menggunakan α = 0,05 menunjukkan ada hubungan antara umur dan tingkat konsumsi purin hewani responden dengan Atritis Gout. Sedangkan variabel lain seperti jenis kelamin, pendidikan, penghetahuan, pendapatan, kebiasaan olahraga, pola konsumsi dan tingkat konsumsi karbohidrat, lemak, protein dan purin nabati tidak berhubungan. Sedangkan dengan menggunakan uji regresi logistik dengan metode Backwald-LR diketahui bahwa umur dan protein mempunyai nilai p < 0,05, artinya umur dan tingkat konsumsi protein berpengaruh terhadap ter adinya penyakit artritis gout. Sedangkan variabel lain seperti jenis kelamin, pendidikan, penghetahuan, pendapatan, kebiasaan olahraga, pola konsumsi dan tingkat konsumsi karbohidrat, lemak, protein dan purin nabati tidak berpengaruh terhadap ter adinya atritis gout.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 97/08 Wij f
Uncontrolled Keywords: ARTHRITIS; GOUT
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA440-440.87 Study and teaching. Research
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
RAHAYU WIJAYANTI, 100630268UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMerryana Adriani, S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 08 May 2009 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 18:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/23993
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item