SKRINING TB PARU PADA ORANG DEWASA YANG KONTAK SERUMAH DENGAN PENDERITA TB PARU BTA POSITIF

SEBASTIANUS SEDE, 100630375 (2008) SKRINING TB PARU PADA ORANG DEWASA YANG KONTAK SERUMAH DENGAN PENDERITA TB PARU BTA POSITIF. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-sedesebast-9875-fkm240-k.pdf

Download (442kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-sedesebast-9623-fkm24_08_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (643kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberculosis paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC ( Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman TBC menyerang paru, tetapi dapat juga menyerang organ lain. Mycobacterium tuberculosis telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia, dan menyerang 75 % pada kelompok usia produktif (15-50 thn). Di Indonesia merupakan penyebab kematian nomor 3 (tiga) setelah penyakit penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernapasan pada semua kelompok umur dan nomor 1 (satu) untuk golongan penyakit infeksi. Dengan perkiraan setiap 100.000 penduduk Indonesia ada 130 orang penderira baru TB paru berarti di wilayah kerja Puskesmas Alor kecil angka penemuan kasus baru TB paru masih kurang. Secara umum tujuan yang akan dicapai dengan melakukan skrining penyakit TB paru ini adalah mempelajari validitas alat skrining terhadap TB paru. Berdasarkan klasifikasi penelitian, maka penelitian ini merupakan suatu Penelitian observasional, yaitu melakukan pengamatan dan wawancara secara langsung dengan responden, dan peneliti hanya melakukan pengukuran¬-pengukuran saja, sama sekali tidak melakukan intervensi atau perlakuan. Dan penelitian ini bersifat analitik karena secara lebih jauh menganalisis hubungan antara status kesehatan dan variabel lainnya. Sedangkan dilihat dari waktu penelitiannya maka penelitian ini termasuk ke dalam penelitian cross sectional, karena paparan dan akibat yang ditimbulkannya dibuat dalam waktu yang bersamaan. Berdasarkan karakteristik populasi terbanyak adalah yang berusia antara 15 – 34 tahun (41,94 %), berjenis kelamin perempuan (61,29 %), pada umumnya belum kawin (45,16 %), dengan status pekerjaan petani/nelayan (90,32 %) dengan pendapatan < Rp. 500.000,- ( 74,14 %) dan lama kontak lebih dari 5 tahun (77,42 %). Populasi yang terdeteksi BTA positif sebanyak 5 orang (16,13%). Nilai sensitivitas dengan membandingkan gejala klinis dan pemeriksaan BTA sputum sebesar 100 %, dan spesifisitas sebesar 7,69 %. Nilai duga positif sebesar 17,24 % dan nilai duga negatif sebesar 100 %. Sensivisitas dengan membandingkan kelompok gejala dengan pemeriksaan BTA sputum tertinggi adalah 80 % yaitu batuk terns menerus dan berdahak lebih dari 3 minggu, dahak bercampur darah, badan lemah, demam meriang lebih dari 1 bulan. Angka penemuan kasus baru TB paru di Puskesmas Alor Kecil masih rendah, perlu penyuluhan aktif dan melakukan skrining kontak serumah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 24/08 Sed s
Uncontrolled Keywords: Tubersulosis
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
SEBASTIANUS SEDE, 100630375UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRatna Dwi Wulandari, S.KM, M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 26 May 2009 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 19:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24005
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item