HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN KASUS GIZI BURUK PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN : STUDI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SETONO DAN BUNGKAL, KABUPATEN PONOROGO

Erna Tida Pratiwi, 100311122 (2007) HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN KASUS GIZI BURUK PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN : STUDI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SETONO DAN BUNGKAL, KABUPATEN PONOROGO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-pratiwiern-7601-fkm920-k.pdf

Download (392kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Timbulnya gizi secara langsung tidak hanya karena asupan makan yang kurang tetapi juga dapat diakibatkan secara tidak langsung oleh pola pengasuhannya. Pola asuh yang baik dapat meningkatkan status gizi balita. Data laporan bulanan di Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo pada bulan Desember 2006 tercatat 13 puskesmasnya memiliki prevalensi gizi buruk di atas 0,5% diantaranya adalah Puskesmas Setono dan Bungkal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisi hubungan pola asuh makan dan perawatan kesehatan dengan kasus gizi buruk di Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini bersifat observational analitik dengan desain studi case control. Sampel kasus sebanyak 22 balita gizi buruk dan kontrol sebanyak 44 balita gizi normal di Puskesmas Setono dan Bungkal. Hubungan variabel independent dan dependent serta faktor resikonya diketahui melalui uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengasuh utama balita gizi buruk berpendidikan rendah, bekerja sebagai petani dan memiliki tingkat pengetahuan gizi dan tata cara pengasuhan balita baik, jenis kelamin balita gizi buruk perempuan, usia diantara 24-36 bulan, dan berat badan lahir normal, keluarga berpendapatan dan pengeluaran rendah, ayah pendidikan rendah serta tergolong keluarga kecil. Pola asuh yang memiliki hubungan signifikan kasus gizi buruk adalah pemberian makan (p= 0,00) dengan faktor resiko sebesar 29,769, keanekaragaman protein (p= 0,02) dengan faktor resiko sebesar 7,147, tingkat asupan energi (p=0,017) dengan faktor resiko sebesar 4,173, dan tingkat asupan protein (p= 0,00) dengan faktor resiko sebesar 5,617.Tetapi, perawatan kesehatan tidak memiliki hubungan signifikan dengan gizi buruk (p--0,722). Upaya yang disarankan dalam penelitian ini adalah peningkatan kecukupan energi protein serta penganekaragaman makanan kepada balita gizi buruk melalui modifikasi pemberian makan. Kata kunci: Gizi Buruk, Pola Asuh, Pola Asuh Makan, Pola Asuh Perawatan Kesehatan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 92/07 Pra h (FULLTEXT TIDAK TERSEDIA)
Uncontrolled Keywords: CHILDREN NUTRITION; MALNUTRITION IN CHILDREN
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA601-602 Food and food supply in relation to public health
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
Erna Tida Pratiwi, 100311122UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAnnis Catur Adi, Ir., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 26 Aug 2008 12:00
Last Modified: 25 Oct 2016 17:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24047
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item