FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORIUM DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2006

Uning Wikandari, 100311143 (2007) FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORIUM DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2006. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-wikandariu-7602-fkm910-k.pdf

Download (395kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-wikandariu-7477-fkm910-r.pdf

Download (631kB) | Preview
[img] Text (BAB 5)
gdlhub-gdl-s1-2008-wikandariu-7477-fkm910-v.pdf
Restricted to Registered users only

Download (492kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
gdlhub-gdl-s1-2008-wikandariu-7477-fkm910-a.pdf

Download (509kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan suatu keadaan gawat bayi berupa kegagalan bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir. Asfiksia dikenal sebagai penyebab utama kesakitan dan kematian neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi kejadian asfiksia neonatorum di RSD Kabupaten Sidoarjo tahun 2006. Jenis studi analitik observasional dan rancangan kasus kontrol.. Kelompok kasus terdiri dari bayi asfiksia sedangkan kelompok kontrol terdiri dari bayi tanpa asfiksia. Sample kasus sebanyak 45 bayi dan sampel kontrol sebanyak 135 bayi. Pengambilan sampel secara acak. Variabel tergantung adalah asfiksia neonatorum sedangkan variabel bebas yang diteliti adalah umur, paritas, usia kehamilan, preeklamsia, cara persalinan dan berat badan lahir bayi. Uji statistik yang digunakan adalah Odds Ratio (OR) dan regresi logistik. Analisis Odds Ratio menunjukkan cara persalinan signifikan terhadap kejadian asfiksia dengan OR 8,73 (3,08kejadian asfiksia OR 12,25 (5,52kejadian asfiksia OR 12,84 (5,73dian asfiksia OR 1,11 (0,45kejadian asfiksia OR 2,45 (0,87kejadian asfiksia OR 1,88 (0,69 Uji hipotesis dengan logistik regresi diperoleh kesimpulan terdapat pengaruh dan besar risiko untuk cara persalinan terhadap kejadian asfiksia (p=0,000, OR=12,309, dan 3,618kejadian asfiksia (p=0,037, OR=4,119, dan 1,08kejadian asfiksia (p=0,016, OR=5,15 dan 1,358 Berdasarkan kesimpulan diatas maka penulis menyarankan peningkatan upaya pemantauan dan perawatan bayi dengan risiko asfiksia. Untuk mencegah BBLR dan prematur, maka ibu harus menjaga keseimbangan asupan nutrisi dan rajin kontrol ke pelayanan kesehatan. Bila ada faktor risiko, sebaiknya melahirkan di pelayanan kesahatan yang sarananya memadai, dan memberdayakan ibu hamil untuk melahirkan secara alami.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 91/07 Wik f (FULLTEXT TIDAK TERSEDIA)
Uncontrolled Keywords: ASPHYXIA NEONATORUM
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
Uning Wikandari, 100311143UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorFariani Syahrul, S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 26 Aug 2008 12:00
Last Modified: 25 Oct 2016 17:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24048
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item