SKRINING ANEMIA TERHADAP REMAJA PUTRI PADA TAHUN PERTAMA MENSTRUASI DI KECAMATAN MULYOREJO

Aprilia Wahyu Hankusuma, 100511642 (2009) SKRINING ANEMIA TERHADAP REMAJA PUTRI PADA TAHUN PERTAMA MENSTRUASI DI KECAMATAN MULYOREJO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-hankusumaa-12295-fkm250-k.pdf

Download (305kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-hankusumaa-10873-fkm250-s.pdf
Restricted to Registered users only

Download (898kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Prevalensi anemia wanita usia subur di Puskesmas Mulyorejo cukup tinggi yaitu 73,33 %. Skrining dilakukan untuk mengidentifikasi penyakit anemia yang belum tampak melalui tes atau pemeriksaan yang dengan cepat memisahkan antara orang yang mungkin menderita penyakit anemia dengan orang yang mungkin tidak menderita penyakit. Skrining ini dilakukan pada siswi SMP karena siswi SMP mengalami pertumbuhan fisik dan pematangan organ tubuh yang cepat serta kehilangan darah kronis melalui menstruasi sehingga membutuhkan zat-zat gizi yang cukup. Tujuan penelitian ini adalah menemukan sejak dini kasus anemia pada siswi SMP di Kecamatan Mulyorejo, menghitung prevalensi anemia, menilai derajat anemia, menilai validitas alat skrining yang digunakan dengan melihat sensitivitas, spesifisitas, negative predictive value, positive predictive value, dan menilai reliabilitas pemeriksaan kadar hemoglobin darah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah total populasi. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia terhadap remaja putri pada tahun pertama menstruasi sebesar 27,5% dengan penderita paling banyak berumur 13 tahun dan duduk di kelas VII dan VIII. Semua penderita anemia pada skrining ini masuk dalam kategori derajat anemia ringan. Validitas dari alat skrining (dikatakan positif jika terdapat minimal 3 gejala klinis dari 8 gejala klinis yang di amati seperti kelopak mata pucat, lidah pucat, kuku pucat, kuku mudah rusak, berkunang-kunang, pusing, lemah dan lelah) dibandingkan dengan gold standart diperoleh nilai sensitivitas 72,73%, spesifisitas 44,83%, PPV 33,33%, dan NPV 81,25%. Sedangkan reliabilitas sebesar 0,87. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah dengan adanya validitas dari gejala klinis kelopak mata pucat + lelah yang mempunyai nilai sensitivitas 45,45% dan PPV 45,45%, maka gejala ini dapat digunakan untuk mendiagnosa secara dini terjadinya anemia pada remaja putri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 25 09 Han s
Uncontrolled Keywords: ANEMIA
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Epidemiologi
Creators:
CreatorsEmail
Aprilia Wahyu Hankusuma, 100511642UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorArief Hargono, drg., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 02 Jul 2010 12:00
Last Modified: 24 Oct 2016 16:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24076
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item