BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA PESONIL PERAWATAN PESAWAT TERBANG

Dwi Suhartanto, 100730366 (2009) BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA PESONIL PERAWATAN PESAWAT TERBANG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-suhartanto-12358-fkm390-k.pdf

Download (307kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-suhartanto-10917-fkm390-b.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu bahaya fisik yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Ketulian yang disebabkan oleh paparan kebisingan dapat bersifat sementara atau permanen. Ketulian karena kebisingan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, usia, lama paparan, masa kerja, konsumsi obat-obatan ototoxic, kebiasaan merokok, kebiasaan memakai alat pelindung telinga, tipe kebisingan yang terpapar, pola paparan atau pajanan dll. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis beberapa faktor yang berhubungan dengan status pendengaran personil di skuadron udara 400 pangkalan angkatan laut Juanda, Sidoarjo. Penelitian ini dikategorikan penelitian observasi dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi dan pengukuran intensitas kebisingan dan ambang pendengar. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 85 personil yang telah memenuhi kriteria tertentu yaitu : tidak mempunyai infeksi telinga, cidera kepala, diabetes militus dan hypertensi dan mengkonsumsi obat-obatan ototoksik. Jumlah sampel sebanyak 59 personel yang diambil secara acak. Data yang diperoleh selanjutnya di uji secara analitik dengan uji Chi-square dengan bantuan komputer. Hasil penelitian menujukkan bahwa tingkat intensitas kebisingan (98-115 dBA) dan tingkat kebisingan ini telah melampaui NAB yang telah ditetapkan yaitu (Kep 51/Men/ 1999). Sebagian besar dari personel yang diteliti memiliki Status pendengaran personil banyak yang tidak normal sebanyak 38 personil (64%), Umur personil > 30 tahun (56%), Masa kerja > 10 Tahun (62%), tidak memakai APT (53%) dan personil memiliki kebiasaan merokok (63%). Terdapat hubungan yang bermakna antara umur (p=0,020), Masa kerja (p=0,016), Kebiasaan memakai APT (p=0,000), kebiasaan merokok (p=0,039) dengan status pendengaran. Di sarankan kepada instansi Angkatan laut untuk dilakukan pemeriksaan tes audiometri sebelum dan berkala. Penyediaan alat pelindung telinga yang sesuai dan alat pelindung telinga yang rusak hendaknya diganti dan disesuaikan dengan jumlah personil yang ada. Disarankan pula semua personil selalu memakai alat pelindung telinga selama jam kerja dan pemakaian alat pelindung telinga harus diawasi, disarankan untuk dilakukan penyuluhan/pelatihan mengenai potensi bahaya kebisingan dan penggunaan alat pelindung telinga yang benar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 39 09 Suh b
Uncontrolled Keywords: NOISE; HEARING
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
Dwi Suhartanto, 100730366UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMeirina Ernawati, drh., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 07 Jul 2010 12:00
Last Modified: 01 Oct 2016 05:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24091
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item