HUBUNGAN USIA PERTAMA MELAHIRKAN DENGAN KEJADIAN KANKER SERVIKS

Norma Ningtiyas, 100511773 (2009) HUBUNGAN USIA PERTAMA MELAHIRKAN DENGAN KEJADIAN KANKER SERVIKS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-normaningt-12594-fkm930-k.pdf

Download (353kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-ningtiyasn-11003-fkm930-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (646kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kanker serviks adalah penyakit yang berkembang melalui beberapa tahap. Tahap permulaan disebut prakanker yang pertumbuhannya sangat lamban disebut displasia. Setelah mencapai displasia berat dapat menjadi kanker yang belum menyebar dan kemudian mejadi menyebar dan akhirnya menyebabkan kematian. Faktor risiko terjadinya kanker serviks antara lain : usia perkawinan muda atau hubungan seks dini, paritas tinggi, usia pertama kali hamil, hygiene pribadi. Melihat usia pertama melahirkan merupakan faktor yang berisiko tinggi kanker serviks maka penelitian hanya dibatasi pada usia pertama melahirkan. Rancang bangun penelitian ini menggunakan studi kasus kontrol. Sampel kasus adalah 29 pasien kanker serviks dan sampel krontrol adalah bukan penderita kanker serviks sebanyak 29 orang. Sampel diambil secara accidental sampling. Variabel bebasnya usia saat menikah, usia hamil pertama kali, usia melahirkan pertama kali, jumlah anak, jarak kelahiran dan variabel terikatnya adalah kanker serviks. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui hubungan usia pertama melahirkan dengan kejadian kanker serviks adalah chi-square. Dan untuk variabel karakteristik responden dilakukan analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi masing-masing variabel. Didapatkan usia pertama perkawinan ≤ 20 tahun (OR = 0,137 ; 95% CI = 0,042-0,447), usia hamil pertama kali (OR = 0,201 ; 95% CI = 0,066-0,613), usia pertama kali melahirkan (OR = 0,233 ; 95% CI = 0,077-0,704 ), jumlah anak > 3 (OR = 6,8 ; 95% CI = 2,019-22,901), jarak kelahiran ≤ 3 tahun (OR = 0,736 ; 95% CI = 0,248-2,184). Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat hubungan antar usia pertama perkawinan, usia pertama kali hamil, usia pertama kali melahirkan, dan jumlah anak dengan kejadian kanker serviks. Sedangkan untuk jarak kelahiran tidak berhubungan dengan kejadian kanker serviks. Oleh karena itu sebaiknya perlu diperhatikan kesiapan rahim agar sel-sel rahim benar-benar matang sehingga menurunkan risiko kanker serviks

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 93 09 Nin h
Uncontrolled Keywords: CERVIK UTERI- CANCER
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer)
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Epidemiologi
Creators:
CreatorsEmail
Norma Ningtiyas, 100511773UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPr ijono Satyabakti,, dr., M.S., M.PHUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 19 Jul 2010 12:00
Last Modified: 03 Oct 2016 10:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24145
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item