FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI REMAJA TERHADAP MAKANAN TRADISIONAL DI SURABAYA

Ratih Dyan Pratiwi, 100411334 (2009) FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI REMAJA TERHADAP MAKANAN TRADISIONAL DI SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-pratiwirat-13325-fkm151-k.pdf

Download (95kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-pratiwirat-11453-fkm151-f.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Makanan tradisional Indonesia merupakan aset budaya yang perlu dipelihara dan dipopulerkan. Dewasa ini, pola pangan masyarakat cenderung bergeser, anak sekolah dan remaja lebih menyukai makanan asing yang umumnya bersifat siap santap namun tergolong mahal, kurang serat dan tinggi kolesterolnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor determinan yang mempengaruhi preferensi remaja terhadap makanan tradisional agar dapat dilakukan upaya lebih lanjut dalam melestarikan dan mengembangkan makanan tradisional Indonesia, menjadikannya sebagai makanan favorit di negeri sendiri, khususnya di kalangan remaja. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan rancang bangun cross sectional. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari SMAN 2 Surabaya dan instansi yang terkait. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 siswa diambil dengan teknik proportional random sampling. Uji yang digunakan adalah regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan tradisional Surabaya adalah rujak cingur, lontong balap, semanggi dan kupang lontong. Sebagian besar responden berumur antara 16-17 tahun (63,3%%), jenis kelamin perempuan (53,3%), uang saku responden makanan tradisional seperti rujak cingur (75,6%), lontong balap (73,3%), kupang lontong (67,8%), semanggi (63,5%) mempunyai rasa enak, rupa yang menarik untuk lontong balap (63,3%) dan rupa tidak menarik untuk semanggi (61,2%), rujak cingur (58,9%), kupang lontong (56,3%). Harga makanan tradisional adalah Rp.5.000,00 untuk rujak cingur (70%) dan kupang lontong (55,2%). Sebagian besar responden memiliki mobilitas sedang (73,3%), makanan tradisional tersedia di sekitar tempat tinggal (94,4%) dan jaraknya dekat (67,8%), jumlah keluarga >4 orang (60%). Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara rasa dan rupa pada preferensi rujak cingur, lontong balap, semanggi dan kupang lontong, serta ketersediaan pada preferensi rujak cingur dan kupang lontong. Faktor yang mempengaruhi preferensi rujak cingur dan lontong balap adalah rasa dan pola konsumsi, dan faktor yang mempengaruhi preferensi semanggi dan kupang lontong adalah rasa, rupa dan pola konsumsi. Dengan demikian diperlukan upaya meningkatkan mutu baik dari segi rasa dan rupa, keamanan dan citra makanan tradisional yang potensial dan hasilnya perlu disosialisasikan agar masyarakat lebih terdorong untuk mengkonsumsi makanan tradisional.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 151 /08 Pra f
Uncontrolled Keywords: NATURAL FOOD
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA601-602 Food and food supply in relation to public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi Kesehatan
Creators:
CreatorsEmail
Ratih Dyan Pratiwi, 100411334UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMerryana Adriani,, S.KM, M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 15 Sep 2010 12:00
Last Modified: 04 Oct 2016 01:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24159
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item