HUBUNGAN TINGKAT EKONOMI DAN TINGKAT KONSUMSI DENGAN STATUS ANEMIA BALITA GIZI KURANG

Cindy Sopa Palebangan, 100411373 (2008) HUBUNGAN TINGKAT EKONOMI DAN TINGKAT KONSUMSI DENGAN STATUS ANEMIA BALITA GIZI KURANG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-palebangan-13337-fkm161-k.pdf

Download (134kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-palebangan-11500-fkm161-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (758kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Anemia gizi besi pada anak balita masih menjadi prioritas program penanggulangan gizi. Prevalensi anemia gizi besi balita adalah sebesar 48,1% meningkat dibandingkan tahun 1995. Status gizi rendah adalah perwujudan kekurangan makanan dalam waktu lama dan dapat menyebabkan kekurangan bahan untuk pembentukan sel darah merah sehingga dapat menyebabkan anemia. Faktor lain yang mendukung terjadinya masalah gizi kurang adalah tingkat pendapatan yang rendah sehingga memungkinkan tingkat pengeluaran pangan keluarga rendah pula. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari hubungan antara status ekonomi dengan status anemia pada balita gizi kurang di Puskesmas Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan studi crossectional yang dilaksanakan sejak bulan Februari sampai Juni 2008. Populasinya adalah balita gizi kurang dengan usia antara 2-5 tahun dan jumlah sampel 60 orang balita yang dipilih secara simple random sampling. Data primer diambil dengan metode wawancara langsung, recall konsumsi dan pengukuran antropometri. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Variabel dependennya adalah status anemia balita dan variabel independennya adalah tingkat pendapatan, tingkat pengeluaran keluarga, tingkat konsumsi energi, protein dan zat besi. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil Uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan antara status anemia dengan pengeluaran untuk makan (ρ= 0,039), tingkat konsumsi energi (ρ= 0,039), tingkat konsumsi zat besi (ρ= 0,036) dan tidak ada hubungan antara tingkat pendapatan dengan status anemia (ρ= 0,438) serta tingkat konsumsi protein dengan status anemia (ρ= 0,394). Kesimpulannya, terdapat hubungan status anemia balita dengan pengeluaran untuk makan dan tidak terdapat hubungan dengan tingkat pendapatan. Saran yang dapat diberikan adalah perlunya orang tua melakukan upaya peningkatan konsumsi makan dan gizi seimbang terhadap anak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 161/08 Pal h
Uncontrolled Keywords: ANEMIA
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA601-602 Food and food supply in relation to public health
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi Kesehatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Cindy Sopa Palebangan, 100411373UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorPr of.R.Bambang W., dr.M.S.M.CN,Ph.D,SpGKUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 17 Sep 2010 12:00
Last Modified: 04 Oct 2016 02:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24169
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item