HUBUNGAN ANTARA KONDISI FISIK RUMAH, KEPADATAN PENGHUNI, PENCEMARAN UDARA DALAM RUMAH DAN KEBERSIHAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA

Shelfi Retnany, 100411355 (2008) HUBUNGAN ANTARA KONDISI FISIK RUMAH, KEPADATAN PENGHUNI, PENCEMARAN UDARA DALAM RUMAH DAN KEBERSIHAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2010-retnanyshe-13360-fkm179-k.pdf

Download (137kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2010-retnanyshe-11540-fkm179-h.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia karena tingginya angka kejadian ISPA terutama pada anak balita. Salah satu penyakit yang dapat ditimbulkan dari kondisi rumah yang buruk adalah penyakit ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi fisik rumah, kepadatan penghuni, pencemaran udara dalam rumah, dan kebersihan rumah terhadap kejadian penyakit ISPA pada balita di Kelurahan Mulyorejo Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang dilaksanakan secara cross sectional. Pengambilan datanya dilaksanakan bulan Mei 2008. Populasi dalam penelitian ini adalah semua rumah yang dihuni oleh keluarga berbalita. Sampelnya 73 rumah, dengan teknik sampling adalah simple random sampling. Untuk mengetahui hubungan antara kondisi fisik rumah, kepadatan penghuni, pencemaran udara dalam rumah, dan kebersihan rumah terhadap kejadian penyakit ISPA digunakan uji statistik chi-square (α = 0,05) dan untuk mengetahui variabel yang berpengaruh digunakan uji regresi logistik (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kondisi fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita (p = 0,015) tetapi untuk variabel lainnya tidak memiliki hubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Yaitu kepadatan penghuni (p = 0,119), pencemaran udara dalam rumah (p = 0,263), dan kebersihan rumah (p = 0,315) dan berdasarkan uji regresi logistik diperoleh nilai yang paling signifikan pada kondisi fisik rumah (0,045). Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita adalah kondisi fisik rumah. Diharapkan kepada keluarga terutama yang memiliki balita agar memperbaiki kondisi fisik rumah untuk menurunkan resiko terkena ISPA pada balita.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 179 /08 Ret h
Uncontrolled Keywords: INFECTION IN CHILDREN
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Lingkungan
Creators:
CreatorsEmail
Shelfi Retnany, 100411355UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRetno Adriyani., ST. M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 21 Sep 2010 12:00
Last Modified: 04 Oct 2016 03:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24186
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item