ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEDISIPLINAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN UNIVERSAL PRECAUTIONS DI INSTALASI RAWAT INAP RS WILLIAMBOOTH SURABAYA

Ersiana Jayanti, 100511708 (2010) ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEDISIPLINAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN UNIVERSAL PRECAUTIONS DI INSTALASI RAWAT INAP RS WILLIAMBOOTH SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2011-jayantiers-14389-fkm071-k.pdf

Download (18kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
download.php_id=gdlhub-gdl-s1-2011-jayantiers-12077&no=1
Restricted to Registered users only

Download (1kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Universal precaution adalah teknik pengendalian infeksi yang dirancang untuk mencegah transmisi HIV, virus hepatitis B (HBV) dan agen biologis lain yang menularkan penyakit melalui darah, saat melakukan tindakan pertolongan pertama maupun perawatan pasien. Menurut universal precaution, semua pasien dianggap sebagai pembawa blood-borne pathogen. Universal precaution direkomendasikan untuk dokter, perawat, pasien, dan petugas kesehatan lain yang kemungkinan melakukan kontak dengan darah dan cairan tubuh tertentu. Dengan pelaksanaan universal precaution secara disiplin, akan dapat melindungi provider kesehatan dan mengurangi jumlah terjadinya infeksi di rumah sakit (infeksi nosokomial). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kedisiplinan perawat dalam pelaksanaan universal precaution. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan metode survei yang menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Kuesioner diberikan kepada 52 orang perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit William Booth Surabaya. Variabel determinan yang diidentifikasi meliputi faktor individu (komitmen karyawan, kepuasan kerja, dan kesadaran pada risiko tertular), faktor organisasi (kebijakan dan kepemimpinan), dan faktor pekerjaan (feedback dan sifat pekerjaan). Setiap variabel dianalisis dengan koefisien gamma untuk mengukur tingkat hubungan antara variabel tergantung dan variabel bebas. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden tergolong disiplin dalam pelaksanaan universal precaution. Sementara itu, koefisien gamma menunjukkan bahwa faktor komitmen karyawan (0,282), faktor kesadaran risiko tertular (0,641), faktor kepemimpinan (0,266), dan faktor sifat pekerjaan (0,641), memiliki hubungan yang positif dengan kedisiplinan perawat dalam pelaksanaan universal precaution. Adapun faktor komitmen karyawan dan kepemimpinan menunjukkan tingkat korelasi yang tergolong rendah, sedangkan faktor kesadaran pada risiko tertular dan sifat pekerjaan menunjukkan korelasi yang kuat. Sebenarnya, pelaksanaan UP di rumah sakit ini berjalan baik, hanya saja kedisiplinan perawat masih belum konsisten. Hal ini mungkin dikarenakan banyaknya pasien yang harus ditangani, sehingga menimbulkan beberapa kelalaian dalam prosedur tugas. Translation: Universal precautions are the infection control techniques that were designed to prevent transmission of human immunodeficiency virus (HIV), hepatitis B virus (HBV), and other bloodborne pathogens when providing first aid or health care. Under universal precautions all patients are considered to be possible carriers of blood-borne pathogens. Universal precautions are recommended for doctors, nurses, patients, and health care support workers who are required to come into contact with blood and certain body fluids. With a good discipline in universal precaution implementation, it will be protects the service providers and reduce the number of infection events in hospitals (nosokomial infection). The purpose of this research was to analyze factors related to the nurse discipline in universal precaution implementation. This research is an observational analytic research with survey design that using questionnaire as an instrument for data collecting. Questionnaire had given to the 52 nurse in ward William Booth Hospital Surabaya. Determinant variable which identify is individual factors (employee commitment, job satisfaction, and infection risk awareness), organizational factors (policy and leadership), and work factors (feedback and job characteristic). Each variable is analyzed by gamma coefficient to measuring the correlation level between dependent and independent variable. The result of this research shows that majority of respondent belongs to discipline in universal precaution implementation. Mean while, gamma coefficient shows that employee commitment (0,282), leadership factors (0,266), infection risk awareness (0,641) and job characteristic (0,641) had positive relationship with the nurse discipline in universal precaution implementation in ward William Booth Hospital Surabaya. The employee commitment and leadership factors shows a low relationship level and the other hand, infection risk awareness and job characteristic shows a strong relationship. Actually, the implementation of Universal precaution in this hospital is good, but unfortunenatelly the consistency of nurse discipline was not better. This is probably caused by the numbers of patient who must be done, so that would be affect to some negligence in job prosedure

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 07/10 Jay a
Uncontrolled Keywords: NURSES
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
R Medicine > RT Nursing
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
Ersiana Jayanti, 100511708UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNyoman Anita D, Dr. ., drg., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 05 Jan 2011 12:00
Last Modified: 03 Aug 2016 03:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24223
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item