PERBEDAAN POLA KONSUMSI DAN STATUS INFEKSI PADA BALITA (24-60 BULAN) DENGAN STATUS GIZI KURANG DAN STATUS GIZI NORMAL

Siska Tika Amelia, 100610018 (2010) PERBEDAAN POLA KONSUMSI DAN STATUS INFEKSI PADA BALITA (24-60 BULAN) DENGAN STATUS GIZI KURANG DAN STATUS GIZI NORMAL. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2011-ameliasisk-14507-fkm271-k.pdf

Download (88kB) | Preview
[img] Text
download.php_id=gdlhub-gdl-s1-2011-ameliasisk-12175&no=1

Download (1kB)
[img] Text (fulltext)
download.php_id=gdlhub-gdl-s1-2011-ameliasisk-12175&no=1
Restricted to Registered users only

Download (1kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Gizi buruk dan infeksi merupakan penyebab tingginya prevalensi kamatian dan kecacatan pada balita. Pada balita, prevalensi diare di Indonesia adalah 11,3% dan prevalensi ISPA sebesar 16,1%. Di wilayah kerja Puskesmas Peneleh, insiden penyakit diare pada Desember tahun 2009 sebesar 5,3%, sedangkan penyakit ISPA sebesar 30,7%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan pola konsumsi dan status infeksi (CRP) pada balita dengan status gizi kurang dan balita dengan status gizi normal. Selain itu, tujuan penelitian ini mempelajari karakteristik keluarga pada balita dengan status gizi kurang dan status gizi normal. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan komparasi dengan pengumpulan data secara crossectional. Populasi adalah balita berusia 2-5 tahun dan besar sampel sebesar 17 balita untuk masing-masing sub-populasi yang dipilih secara simple random sampling. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara secara langsung menggunakan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Uji yang digunakan adalah uji t-test, Mann-Whitney test dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pada karakteristik balita, karakteristik keluarga balita, serta tingkat konsumsi vitamin A. Selain itu, terdapat perbedaan tingkat konsumsi energi, protein, seng, serta status infeksi (kadar CRP) pada balita dengan status gizi kurang dan status gizi normal (p<0,05). Berdasarkan kadar CRP, balita dengan status gizi normal memiliki jumlah inflamasi lebih besar daripada balita dengan status gizi kurang. Dari penelitian ini dapat disimpulkan, besarnya jumlah inflamasi pada balita dengan status gizi normal menunjukkan status gizi yang baik di wilayah kerja Puskesmas Peneleh masih beresiko memiliki status gizi yang kurang apabila masalah infeksi tidak segera ditanggulangi. Oleh karena itu, survei konsumsi pangan dan penelitian faktor lain seperti sanitasi lingkungan dan hygiene perorangan hendaknya dilakukan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 27 10 Ame p
Uncontrolled Keywords: MALNUTRITION
Subjects: T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
Siska Tika Amelia, 100610018UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMerryana Adriani, Dr. , S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 17 Jan 2011 12:00
Last Modified: 03 Aug 2016 05:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24236
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item