FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ASFIKSIA PADA BAYI LAHIR DENGAN SEKSIO SESAREA DI RUMAH SAKIT PUTRI SURABAYA : Studi Kasus Pads Bayi Lahir di Rumah Sakit Putri Surabaya

DYAH NAWANG WULAN, 100431527 (2006) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ASFIKSIA PADA BAYI LAHIR DENGAN SEKSIO SESAREA DI RUMAH SAKIT PUTRI SURABAYA : Studi Kasus Pads Bayi Lahir di Rumah Sakit Putri Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-wulandyahn-2553-fkm138_-k.pdf

Download (333kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-wulandyahn-2553-fkm138_-6.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Persalinan seksio sesarea dilakukan pada faktor kehamilan dengan risiko tinggi karena persalinan tersebut mengakibatkan gangguan pada janin atau bayi baru lahir salah satunya asfiksia neonatorum. Lamanya asfiksia sangat berbahaya bagi bayi karena proses ini dapat mengakibatkan kerusakan jaringan otak yang sifatnya menetap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan asfiksia pada bayi lahir denganseksio sesarea di Rumah Sakit Putri Surabaya tahun 2005. Penelitian dilaksanakan observasional analitik, rancang bangun kasus kontrol dengan total sampel kasus 39 dari seluruh bayi dilahirkan seksio sesarea dengan asfiksia. Variebel terikat adalah asfiksia bayi baru lahir. Variabel tergantung adalah umur ibu, berat badan bayi, riwayat kehamilan komplikasi obstetri, riwayat kehamilan komplikasi medis dan persalinan lalu. Data ini diuji dengan Chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan riwayat kehamilan dengan komplikasi obstetri terhadap asfiksia bayi barn lahir (p= 0,033) dengan risiko 4,138 kali dibanding yang tanpa riwayat kehamilan dengan komplikasi obstetri, hal ini sesuai dengan Ida bagus (1994) yang menyatakan bahwa riwayat kehamilan obstetri seperti pre-eklamsia, CPD, Kehamilan ganda, hamil dengan kelainan letak merupakan faktor yang berhubungan dengan asfiksia begitu pula ekstraksi vakum seperti yang dinyatakan Nurcshan Umar Lubis (1998), sedangkan umur ibu (p=0,13 dan OR= 0,297), komplikasi medis (p=0,173 dan OR= 1,867), persalinan lalu (p=0,17 dan OR=2,161), berat badan (p=0,066 dan OR= 2,368) tidak ada hubungan terhadap kejadian asfiksia bayi barn lahir. Dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini hanya riwayat kehamilan dengan komplikasi obstetri yang ada hubungan terhadap asfiksia bayi bare lahir sehingga disarankan perlunya peningkatan Antenatal Care ini diperlukan untuk pencegahan terjadinya komplikasi pada kehamilan yang menyebabkan asfiksia atau adanya kelainan perkembangan prenatal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.138/06 Wul f
Uncontrolled Keywords: CAESAREAN SECTION; ASPHYXIA
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics > RJ251-325 Newborn infants Including physiology, care, treatment, diseases
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
DYAH NAWANG WULAN, 100431527UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorChatarina .U, Dr.. W,dr.,M.S.,M.PH.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 12 Oct 2006 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 13:21
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24288
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item